Gaya Hidup

Ingin Jadi Digital Nomad, Lebih Mudah Dengan ASEAN Unlimited dari Air Asia

INDOPOSCO.ID – Dulu yang namanya kerja sambil liburan terasa mustahil. Tapi penetrasi internet yang kian masif membuat orang bisa kerja di mana aja bahkan sambil traveling. Digital nomad adalah istilah untuk orang yang bekerja secara berpindah-pindah (nomaden) dari jarak jauh dengan memanfaatkan bantuan internet.

Belakangan menjadi digital nomad jadi pilihan anak-anak muda yang nggak mau terikat kerja untuk satu kantor. Banyak juga generasi millennials yang memilih menjadi karyawan tetap di perusahaannya menerapkan sistem kerja remote. Sehingga kerja dan traveling jadi satu entitas yang nggak terpisahkan. Tertarik menjadi digital nomad? Berikut ini tips and tricks jitu menjadi digital nomad sukses!

Be Specialist

Sama halnya saat meniti karir apapun, kamu juga perlu memahami apa yang jadi keunggulan dan kelemahan. Meski banyak digital nomad yang berstatus karyawan tetap, umumnya digital nomad dipilih oleh orang-orang dengan status pekerja lepas atau freelance.

Menyiasati pendapatan yang tidak pasti, ada baiknya kamu menjadi specialist untuk bidang tertentu. Pilih bidang yang mana kamu enjoy dan bisa berkomitmen untuk menyelesaikan job yang ditawarkan. Karena bekerja tanpa pengawasan, dibutuhkan komitmen kuat untuk mengerjakan project secara maksimal.

Investasi di Alat Kerja

Agar pekerjaan selalu lancar, kamu juga harus berinvestasi ke gadget atau tools apapun yang membantumu menyelesaikan banyak pekerjaan. Ingat juga, bahwa alat-alat tersebut kelak yang akan memberimu pundi-pundi rupiah. Jangan sampai rusak atau hilang, ya! Pastikan juga tempat kamu bekerja memiliki sinyal internet yang kencang agar komunikasi dengan orang yang mengajak kamu bekerja sama tetap aman.

Buat Portofolio

Yang nggak kalah penting untuk diperhatikan kalau pengen jadi digital nomad adalah portofolio. Portofolio adalah media promosi kamu untuk menarik perhatian calon perusahaan atau klien. Kumpulkanlah semua karya yang pernah kamu buat, baik itu berupa tulisan, desain, ilustrasi, foto, video, sampai proyek-proyek yang pernah dikerjakan sebelumnya.

Mungkin di awal karir kamu hanya mengerjakan project “gratisan”. Tapi kalau dikumpulin sudah bisa jadi portofolio, lho! Siapa tahu project sukarela itu bisa menuntunmu ke big project yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya. Ya nggak?

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button