Nusantara

Imigrasi Tangkap WNA China dan Malaysia di Tambang Sukabumi

INDOPOSCO.ID – Petugas dari Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi meringkus lima warga negara asing (WNA) yang berkeliaran di areal pertambangan, di Desa Cihaur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (15/7).

“Lima WNA tersebut empat berasal dari China, serta satu lainnya dari Malaysia,” ujar Kasi Intelijen Penindakan dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Sukabumi Taufan, di Sukabumi, Kamis.

Informasi yang dikumpulkan, berawal empat WNA dari China tersebut ditemukan tengah asyik jalan-jalan di area pertambangan di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan. Akan tetapi, disaat petugas dari Kantor Imigrasi Sukabumi hendak meringkusnya, mereka langsung lari terbirit-birit.

Namun karena kesigapan petugas Kantor Imigrasi yang dibantu personel Polres Sukabumi, operasi mandiri di daerah Simpenan berhasil meringkus empat WNA China tersebut serta menggiringnya ke salah satu rumah yang ditempati oleh mereka.

Ternyata, di rumah tersebut terdapat satu orang WNA lainnya berkebangsaan Malaysia yang langsung dimintai keterangan seputar keberadaan mereka di lokasi tambang tersebut. Untuk mengembangkan kasus ini, petugas membawa kelima WNA itu ke Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Sukabumi di Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Taufan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas orang asing di areal tambang rakyat, dan tidak bisa berbahasa Indonesia dengan jelas. Sesudah dilakukan pengembangan ditemukan keberadaan mereka.

“Kecurigaan kami bertambah, disaat para WNA ini langsung lari hendak didatangi petugas, kami menduga kelimanya melanggar izin tinggal maupun tidak sesuai izin tinggalnya. Dalam pengembangan kasus ini, kelimanya kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” ujarnya pula.

Taufan menjelaskan, dugaan sementara WNA tersebut melanggar perundang-undangan tentang keimigrasian Indonesia, namun untuk membuktikannya, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun, kelimanya dipastikan tidak melakukan aktivitas pertambangan. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button