Nusantara

IJTI Protes Pemukulan Wartawan, Kapolres Kendari Minta Maaf

INDOPOSCO.ID – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sulawesi Tenggara (Pengda IJTI Sultra), mendesak Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari menindak tegas oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap seorang wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Berita Kota Kendari (BKK), Rudinan (31).

“Agar tidak terulang peristiwa seperti ini, pimpinan Polda Sultra, segera memberikan penahanan kepada anggotanya terkait kekerasan terhadap jurnalis,” kata Koordinator Divisi Advokasi Pengda IJTI Sultra, Mukhtaruddin seperti dilansir Antara, Jumat (19/3/2021).

Jurnalis Surat Kabar Harian (SKH) Berita Kota Kendari (BKK), Rudinan (31) diduga mendapat pemukulan dari oknum polisi, anggota Polres Kendari saat meliput aksi demonstrasi di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari.

Kekerasan ini terjadi saat unjuk rasa di Kantor Balai Latihan Kerja Kendari, Kamis (18/3/2021) menuntut pembatalan hasil lelang pekerjaan bengkel (workshop) las dan otomotif. Unjuk rasa itu, semula berlangsung damai, tiba-tiba berubah setelah massa adu mulut dengan polisi.

Korban Rudi, yang hendak melakukan peliputan pertemuan itu, ditahan dan diminta menunjukkan tanda pengenal (ID Card) jurnalis. Meski korban sudah menujukkan tanda pengenalnya sebagai jurnalis, 7 hingga 10 orang oknu polisi memukul korban dari arah belakang dan korban mendapatkan umpatan dengan kata-kata tidak patut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button