Nasional

IFAD Surprise AWR Kementan Monitor 5.733 Balai Penyuluhan Pertanian

INDOPOSCO.ID – Lembaga Pendanaan Internasional untuk Pembangunan Pertanian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku surprise atau kagum pada kemampuan Pusat Data, Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian (Kementan) RI mampu monitor kegiatan 5.733 Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani) di 34 provinsi.

Kekaguman tersebut dikemukakan Indonesia’s Country Director International Fund for Food and Agriculture Development (IFAD) Ivan Cossio Cortez saat menyaksikan kemampuan AWR Kementan di Jakarta, Senin (26/4/2021) bersama Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi dan sejumlah pejabat eselon satu Kementan.

Unbelievable (luar biasa, red)…Kami sangat senang bisa mengetahui AWR, untuk itu kami siap terus support Mentan Syahrul Yasin Limpo apabila dibutuhkan dalam mengembangkan AWR menjadi lebih baik lagi ke depan,” kata Ivan.

Selaku Kepala Perwakilan IFAD untuk Indonesia Ivan Cossio Cortez memberikan apresiasi kepada Mentan Syahrul atas keberadaan AWR dan BPP KostraTani mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.

Menurutnya, informasi melalui teknologi satelit tersebut sangat berguna bagi Kementan, sehingga informasi di pusat dapat secara langsung disampaikan kepada para petani dan penyuluh di seluruh Indonesia, begitu pula sebaliknya yang disinergikan melalui BPP KostraTani.

“AWR adalah inovasi pertanian modern yang pernah dicetuskan oleh Mentan Syahrul. Melalui AWR, petani dapat mengetahui potensi lahan pertanian, termasuk tingkat produktivitas lahan maupun kendala dan tantangan sehingga dapat diantisipasi sejak dini, maka keberhasilan panen akan lebih meningkat,” ujar Ivan.

Mentan Syahrul menegaskan bahwa fokus program Kementan mengembangkan BPP berbasis digital melalui KostraTani, karena penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian modern, sehingga keberhasilan pertanian ditentukan dari lapangan.

“Kami apresiasi dukungan dan fleksibilitas IFAD pada manajemen program dalam melakukan penyesuaian implementasi kegiatan di lapangan khususnya di masa Pandemi Covid-19,” kata Mentan.

Menurutnya, Kementan menghargai upaya IFAD dalam mendukung program nasional Kementan, seperti meningkatkan produktivitas, akses pasar dan layanan keuangan pada Program Integrated Participatory Development Management of Irrigation Project (IPDMIP); mendorong tumbuhnya agripreneur dan petani millenial di Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS); dan pengembangan agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan melalui UPLAND.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan, BPPSDMP Kementan telah bekerja sama dgn IFAD melaksanakan program-program IPDMIP, READSI, dan YESS.

“Kementan apresiasi dukungan IFAD pada digitalisasi melalui penguatan KostraTani pada 5.733 BPP di seluruh Indonesia, khususnya pembangunan pertanian di daerah irigasi maupun petani milenial,” jelasnya.

Dukungan IFAD, lanjut Dedi, penguatan BPP KostraTani meliputi pengadaan sarana komputer dan internet serta koneksi 5.733 BPP dengan AWR Kementan di Jakarta. AWR menjadi fasilitator/pengelola data pertanian dari BPP KostraTani. Di saat yang sama, AWR Kementan juga memonitor standing crop padi di seluruh Indonesia.

Dedi menambahkan, informasi ini hingga level kecamatan pada BPP KostraTani yang bisa diverifikasi melalui AWR Kementan. “Selain itu, Kementan juga melakukan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani melalui pelatihan-pelatihan dari AWR ke BPP KostraTani secara rutin maupun incidental,” ujanya.

Menurutnya, Kementan juga memanfaatkan AWR mengomunikasikan kebijakan dan program melalui Laporan Utama Kementan, bagi kepentingan petani yang dikomunikasikan intensif oleh penyuluh lapangan.

“Bahkan Mentan Syahrul bisa langsung menyapa petani setiap hari Jumat dari AWR ke seluruh BPP Kostratani melalui kegiatan terjadwal seperti Mentan Sapa Petani dan Penyuluh atau MSPP maupun Ngobrol Asyik Penyuluhan disingkat Ngobras,” kata Dedi. (ibs)

Sponsored Content
Back to top button