Ekonomi

Hidupkan Kembali Gairah Ekspor saat Pandemi, Bea Cukai Tawarkan Fasilitas KITE

INDOPOSCO.ID – Pandemi Covid-19 yang melanda di berbagai belahan dunia memengaruhi berbagai sektor penting secara global, termasuk di Indonesia. Salah satu yang terkena imbas adalah sektor ekonomi.

Berbagai langkah pun dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia, salah satunya adalah pemberian fasilitas insentif pajak di bidang ekspor impor yaitu kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

KITE merupakan perlakuan kepada barang impor atau barang rakitan yang akan diekspor dan dapat diberikan keringanan bea masuk. Fasilitas ini merupakan kebijakan dari Menteri Keuangan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Bea Cukai. Dalam rangka menghidupkan kembali gairah ekspor saat pandemi, Bea Cukai kian gencar menawarkan fasilitas ini kepada para pelaku usaha.

“Beberapa kantor pelayanan Bea Cukai telah aktif mengasistensi para pelaku usaha agar lebih memahami KITE, syarat untuk mendapatkannya, serta bagaimana implementasinya di tengah kondisi pandemi Covid-19. Seperti yang dilaksanakan Bea Cukai Gresik dengan mengasistensi PT Kebun Tebu Mas yang bergerak pada bidang Industri gula dan PT Royal Oriental Raplastex, juga Bea Cukai Sibolga yang menawarkan fasilitas KITE kepada PT Samudera Perkasa Abadi sebagai solusi ketersediaan bahan baku produksi,” jelas Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Jumat (26/03).

Dengan adanya suntikan fasilitas KITE, menurut Sudiro, tentu sangat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya/cost bahan baku, karena atas pengimporan bahan baku akan mendapat fasilitas pengembalian atas pembayaran bea masuk (untuk fasilitas KITE pengembalian) atau fasilitas pembebasan bea masuk, pajak pertambahan nilai atau pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (untuk fasilitas KITE pembebasan) dengan syarat untuk diolah, dirakit, dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor.

“Bea Cukai Sibolga menilai KITE akan bermanfaat untuk PT SPA, mengingat kondisi perusahaan tersebut yang tiga bulan terakhir tidak ada kegiatan produksi karena ketersediaan bahan baku utama produksi berupa ikan tuna yang biasanya di dapat dari perairan timur/barat indonesia sedang kosong. Dengan fasilitas KITE,”ujarnya.

”Kami berharap perusahaan dapat merealisasikan kegiatan impor untuk memenuhi ketersediaan bahan baku produksi, sehingga proses produksi berjalan lancar kembali dan dapat mendorong putaran roda perekonomian untuk menunjang program pemulihan ekonomi nasional yang digaungkan pemerintah,” ungkapnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button