Headline

Heuristika Hukum, Guru Besar UI Sebut Pendekatan Baru dalam Proses Peradilan

INDOPOSCO.ID – Kasus hukum menyangkut manusia dengan berbagai latar belakang dan persoalannya. Sehingga hakim dituntut menemukan seni pendekatan dalam melihat sebuah perkara.

Pernyataan tersebut diungkapkan Guru Besar (Gubes) Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof Topo Santoso menanggapi ide dan gagasan heuristika hukum dari Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin, Minggu (21/2/2021).

Topo mengatakan konsep heuristika hukum menarik untuk didiskusikan. Heuristika hukum, menurut dia, bisa menjadi seni untuk menemukan pendekatan baru. Seni untuk menemukan jalan keluar baru, dalam proses peradilan.

Dia mengatakan, sebuah kasus merupakan problematika yang perlu ditemukan jalan keluarnya. “Jadi kita tidak bisa menggeneralisasi, tidak semua kasus sama. Sebab, tersangkanya, korbannya, itu beda-beda,” katanya.

Dalam menangani perkara, masih ujar Topo, hakim dihadapkan pada dua tahap pekerjaan. Yakni, ketika hakim mau memutuskan perkara itu benar atau salah, terbukti atau tidak, pasti berdasarkan analisis terhadap barang bukti, keterangan terdakwa, keterangan ahli, sampai pada keyakinan sang hakim.

“Kalau dari analisa tersebut ternyata terbukti dan terdakwa dinyatakan bersalah, sang hakim masih ada tugas berikutnya, yaitu menentukan masa hukuman,” terangnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button