Headline

Raja Salman Bakal Hadiri KTT G20 di Bali

INDOPOSCO.ID – Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi menyebut kepala negara dan kepala pemerintahan negaranya Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud kemungkinan bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pada 15–16 November 2022.

Majid saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, menjelaskan berkaca dari pengalaman sebelumnya pemimpin negaranya selalu menghadiri kegiatan KTT G20, yang merupakan acara puncak dari rangkaian acara G20.

“Sejauh yang saya tahu, pemimpin kami selalu menghadiri acara (KTT) G20. Jadi, kami menanti acara tersebut, dan sebagai bagian dari tim, kami mendukung Indonesia untuk bangkit bersama, bangkit lebih kuat,” kata Majid saat diminta konfirmasinya soal kehadiran Raja Salman di KTT G20 tahun ini.

Berita Terkait

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Arab Saudi itu, yang menjadi kepala delegasi negaranya pada pertemuan tingkat menteri perdagangan G20, Jumat, juga menyampaikan terima kasih kepada Indonesia selaku tuan rumah seluruh rangkaian acara G20 tahun ini.

“Atas nama seluruh delegasi perdagangan Arab Saudi, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya teman saya Menteri Perdagangan Republik Indonesia atas kepemimpinannya di (forum tingkat menteri perdagangan) G20,” kata Majid.

Ia menyampaikan Arab Saudi selalu berupaya memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia, mengingat sejarah panjang yang telah dilewati bersama oleh dua negara terutama di sektor perdagangan.

g20
Ilustrasi. Foto: KemenKopUKM untuk INDOPOSCO

“Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar dunia. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia,” kata dia.

Oleh karena itu, Majid pun mengemban tugas khusus dari Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dan Arab Saudi.

“Saya menerima instruksi dari Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk memperkuat hubungan dagang dua negara dan menjajaki berbagai peluang yang ada untuk meningkatkan hubungan ekonomi dua negara,” kata dia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button