Headline

Takziah untuk Prof Azyumardi Azra dari Malaysia

Pengawasan tesis kami juga melibatkan Prof William R Roff yang berpindah ke Edinburgh pada awal tahun 1990-an.

Kami sering bersama dalam konferensi internasional yang melibatkan kajian tentang diaspora Hadhrami, termasuk juga konferensi yang diadakan di London, Amsterdam dan Singapura.

Perbedaan lainnya adalah, kajian saya banyak dalam konteks Malaysia, sedangkan almarhum dalam konteks Indonesia.

Sebagai seorang sarjana yang dilatih di Barat dan dengan pengetahuan sejarah Islam di Indonesia yang mantap, almarhum sering diundang untuk membicarakan pelbagai tajuk berkaitan dengan masyarakat Islam dalam pelbagai wacana akademik yang diadakan di Malaysia.

Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) merupakan organisasi yang paling awal mengundang Almarhum dalam pelbagai konferensi yang diadakan.

Almarhum kembali ke haribaan Allah ketika ingin menghadiri konferensi yang diselenggarakan ABIM yang bersamaan dengan Muktamar Sanawi ke-51 pada Hari Sabtu (17/9), di Bangi Avenue Convention Center, Kajang, tersebut.

Dalam konferensi yang mengangkat tema “Kosmopolitan Islam: Mengilhami kebangkitan, meneroka masa depan” itu, Prof Azra didaulat menjadi salah satu pembicara di sesi diskusi panel yang pertama.

Tema sesi pertama diskusi panel tersebut mengenai “Gerakan Islam dan Optimisme Masa Depan: Mengartikulasi Potensi Wilayah Nusantara untuk Kebangkitan Umat Global”.

Sementara Prof Azyumardi Azra CBE, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu, khusus menyiapkan materi berjudul “Nusantara untuk Kebangkitan Peradaban: Memperkuat Optimisme dan Peran Umat Muslim Asia Tenggara”.

Materi yang hendak beliau paparkan pun sudah dibagikan terlebih dahulu kepada pihak panitia. Konferensi itu sendiri memang memiliki dua sesi. Selain pembicara dari Indonesia, ada juga beberapa pembicara yang berasal dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Datuk Seri Anwar Ibrahim yang membuka konferensi internasional yang juga diikuti oleh ratusan peserta tersebut, di mana Almarhum seharusnya ikut menghadirinya.

Sejak bertemu di UK, hubungan pribadi saya dengan Almarhum terus terjalin baik.

Pada Bulan Desember 1997, saya berkunjung ke Jakarta bersama-sama dan turut memenuhi undangan makan siang bersama-sama keluarga di rumah Almarhum.

Profesor Azyumardi Azra juga pernah berkunjung ke rumah saya di Kajang Selangor. Sebelum pandemi COVID-19, beliau diundang mengisi program Seminar Antarabangsa Hidup Bersama dalam Budaya Damai anjuran Institut Darul Ehsan (IDE) dan Sasakawa Foundation.

Informasi terakhir yang saya terima, jenazah Almarhum diterbangkan dengan pesawat pada hari Senin untuk dikebumikan di Jakarta.

Sama-sama kita doakan semoga roh Almarhum ditempatkan dalam kalanganku yang diberi rahmat oleh-Nya. Al-Fatihah. (aro)

*) Presiden dan Naib Canselor Universiti Selangor, UNISEL, yang juga Pengurus Eksekutif IDE, MSK WAP

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button