Headline

Konflik Horizontal Berpotensi Picu Lahirnya Aksi Terorisme

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia Islah Bahrawi mengatakan konflik horizontal, seperti perang saudara, sejatinya lebih berpotensi menjadi pemicu kepada kelompok radikal guna melahirkan aksi teror di wilayah atau negaranya.

“Seperti yang terjadi di Suriah dan Libya. Ini adalah contoh bagaimana konflik horizontal melahirkan berbagi aksi radikal teror,” ujar Islah Bahrawi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (8/9/2022).

Islah melanjutkan gerakan radikal dan teror di seluruh dunia sarat akan muatan dan cita-cita politik, bahkan narasi ambisi politik dituangkan dalam penunggangan agama melalui dalil-dalil.

“Persoalan agama yang kemudian memasuki wilayah kepentingan politik. Inilah yang menjadi konflik di banyak negara. Kepentingan politik dengan narasi agama bisa menghipnotis orang agar terpecah belah dan memusuhi satu sama lain,” jelasnya.

terorisme
Ilustrasi Terorisme. Foto: Antara/HO/21

Untuk itu, dia mewanti-wanti agar pada tahun politik 2024 tidak lagi terulang sejarah hitam demokrasi pada tahun 2014 dan 2019 yang kental akan politik identitas hingga menimbulkan konflik SARA. Di sisi lain, Islah telah mendeteksi adanya gejala politisasi agama menjelang tahun politik mendatang.

“Kalau kita berbicara dari perspektif politisasi agama, pada tahun 2024 merupakan satu abad keruntuhan khilafah terakhir tahun 1924. Artinya tahun 2024 akan menjadi titik krusial, politik identitas dan politisasi agama itu akan menjadi suatu pertaruhan luar biasa. Ini yang betul-betul harus diantisipasi,” ucap Cak Islah.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button