Headline

Drama Empat Babak Manchester City vs Liverpool

Pada 17 April 2019, ucapan Guardiola tak ubahnya menjadi pembawa kesialan bagi City yang harus menerima kenyataan bahwa percobaan pertama mereka meraih caturgelar berakhir sudah. Tentu saja musim 2018/19 tak berakhir buruk-buruk amat, sebab City tetap berhasil jadi tim pertama yang menyapu bersih trigelar kompetisi domestik di Inggris.

Dua tahun berselang, tepat di tanggal yang sama, City sekali lagi mendapati percobaan berikutnya mewujudkan caturgelar kembali gagal. Mereka kalah 0-1 dari Chelsea dan terhenti di semifinal Piala FA.

Dalam dua kesempatan, City mengalami kegagalan meraih caturgelar seperti kebanyakan tim-tim yang pernah mengalami peluang serupa. Guardiola gagal, sebagaimana pendahulunya Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho.

Berita Terkait

Ferguson bersama Manchester United nyaris melakukannya pada 2008/09 sebelum terhenti di semifinal Piala FA pada 19 April 2009 usai dikalahkan lewat adu penalti oleh Everton-nya David Moyes. Boleh jadi momen itu mendorong Ferguson memilih Moyes sebagai “The Chosen One” untuk meneruskan tahtanya di Old Trafford, sesuatu yang bisa menjadi cerita tersendiri di lain hari.

Sedangkan Mourinho, dalam musim penuh terakhirnya menukangi Chelsea pada 2006/07, dipastikan gagal mewujudkan caturgelar karena kalah adu penalti melawan Liverpool di leg kedua semifinal Liga Champions pada 1 Mei 2007.

Kegagalan itu menimbulkan efek domino lantaran Chelsea juga kemudian nirmenang di tiga pertandingan sisa Liga Inggris sehingga gagal juara, lantas selang lima bulan kemudian Mourinho dipecat karena awal musim yang kurang meyakinkan.

Kini Klopp bersama Liverpool-nya menjadi tokoh utama dalam kisah perburuan cawan suci caturgelar setelah menjuarai Piala Liga, berada di posisi kedua klasemen Liga Inggris terpaut hanya satu poin dari City, unggul 3-1 atas Benfica di leg pertama semifinal Liga Champions, dan kembali bertemu City di semifinal Piala FA nanti.

Bahkan Klopp adalah pelatih Liverpool yang paling jauh dalam mempertahankan peluang caturgelar sepanjang sejarah, setelah catatan terlama terdahulu adalah 20 Februari 1983 sebelum kalah di putaran kelima Piala FA.

“Tidak, jelas tidak dan tidak pernah ada kesan itu,” kata Klopp dalam wawancara khusus BT Sport yang tayang pada 4 April 2022 saat ditanya mantan penyerang Liverpool Peter Crouch mengenai peluang caturgelar timnya.

“Saya pikir tak satu tim pun pernah meraih caturgelar. Setidaknya di Inggris, dan saya tidak tahu apakah itu pernah terjadi di negara-negara lain. Anda tidak bisa merencanakannya. Jadwal pertandingan merumitkan segalanya. Jika timmu tidak unggul 20 poin di liga … pembicaraan itu tidak lagi relevan, dan kami, kami harus mengerahkan segalanya di setiap pertandingan, dan itu membuat ini sangat tidak mungkin,” ujarnya menambahkan.

Klopp agak luput bahwa prestasi caturgelar pernah terjadi di daratan Britania Raya saat Jock Stein mengantarkan Celtic menjuarai Liga Skotlandia, Piala Liga Skotlandia, Piala Skotlandia sebelum melengkapinya dengan menjadi tim Britania pertama yang menjuarai Piala Champions lewat kemenangan atas Inter Milan.

Dengan segala perkembangan yang menyertai kompetisi sepak bola baik itu level persaingan di Inggris dan ranjau-ranjau kejutan serta mentalitas Eropa, tentu tidak mudah mewujudkan lagi caturgelar, termasuk juga bagi Klopp dan Liverpool.

Dan bukan tidak mungkin, di Inggris, epos caturgelar selamanya akan menjadi kisah drama empat babak tentang cawan suci yang begitu dekat tetapi teramat jauh. (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button