Headline

Utang LN RI Triwulan IV-2021 Capai USD 415,1 Miliar

Kemudian 16,5 persen untuk sektor jasa pendidikan, sebesar 15,5 persen untuk sektor konstruksi dan sebesar 12,1 persen untuk sektor jasa keuangan dan asuransi.

Dari sisi risiko refinancing, posisi ULN pemerintah triwulan IV-2021 masih relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99, 9 persen dari total ULN pemerintah.

Sementara itu untuk posisi ULN swasta juga menurun yakni tercatat sebesar 205,9 miliar dolar AS pada triwulan IV 2021 dari 209,3 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya atau terkontraksi 0,9 persen (yoy) setelah tumbuh 0, 6 persen( yoy) dari triwulan sebelumnya.

“Penurunan itu sejalan dengan pembayaran neto pinjaman dan utang lainnya selama periode triwulan IV- 2021,” ujar Erwin.

Perkembangan ini disebabkan oleh semakin dalamnya kontraksi ULN lembaga keuangan menjadi 4,2 persen (yoy) dari minus 2,7 persen (you) pada triwulan III serta kontraksi ULN korporasi bukan lembaga keuangan menjadi 0,01 persen setelah tumbuh 1,5 persen (yoy) pada triwulan III-2021.

Berdasarkan sektor, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan serta penggalian dengan pangsa mencapai 76, 7 persen dari total ULN swasta.

“ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,4 persen terhadap total ULN swasta,” katanya.

Bank Indonesia memastikan ULN Indonesia pada triwulan IV-2021 tetap terkendali yakni tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB yang terjaga di kisaran 35 persen atau menurun dibandingkan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 37 persen.

Selain itu, struktur ULN Indonesia juga sehat ditunjukkan oleh ULN jangka panjang yang lebih dominan dengan pangsa mencapai 88,3 persen dari total ULN.(mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button