Headline

Kasus Omicron di Indonesia Adalah Imported Case

Menurut Budi, meskipun Omicron belum tersebar luas di masyarakat, pemerintah perlu mulai memperketat kedatangan dari luar negeri. Sebab, dalam waktu seminggu terakhir telah terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk negara.

Sedangkan pada masyarakat, vaksinasi perlu lebih dipercepat. Karena selain dapat melindungi dari berbagai macam varian Covid-19, sedikit lagi Indonesia bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan rincian, vaksinasi per 20 Desember 2021, dari sekitar 260 juta dosis vaksinasi, sebanyak 152 juta warga sudah mendapatkan suntik vaksin dosis pertama. Sedangkan 107 juta warga sudah mendapatkan suntik dosis kedua.

Pada vaksinasi anak yang baru berjalan selama sepekan, Budi menyebutkan vaksinasi yang dilakukan sudah mencapai 542 ribu suntikan.

“Untuk mengejar target WHO yang 40 persen dari total populasi atau sekitar 108 juta, kami rasa dalam dua hari ke depan kita sudah bisa mencapai target WHO full 40 persen dari populasi dua kali suntik,” ujar dia dikutip Antara.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan ke depannya jenis vaksin yang akan banyak masuk ke Indonesia adalah merek Pfizer dan AstraZeneca. Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi dengan tidak memilih- milih jenis vaksin tertentu guna menghambat masuknya Omicron ke dalam komunitas lokal.

“Jadi, kedatangan luar negeri harus dihambat, tes WGS diperketat, vaksinasi dipercepat dan protokol kesehatan PeduliLindungi juga kita perketat,” tegas dia. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button