Headline

Dampak Negatif La Nina, BMKG Minta Pemda Siap Siaga Antisipasi Bencana Alam

“Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan bagian selatan konsisten menujukkan peningkatan sepanjang November, Desember, Januari dan Februari,” terangnya.

Dwikorita menjelaskan, ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Pemerintah Daerah diminta serius menanggapi peringatan dini La Nina yang dikeluarkan BMKG, guna meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih besar. Pemerintah Daerah harus menyiapkan rencana aksi hadapi La Nina.

“Mohon kepada daerah untuk tidak menyepelekan peringatan dini La Nina ini. Jangan sampai melupakan upaya mitigasi dan fokus pada penanggulangan pasca kejadian. Mitigasi yang komprehensif akan bisa menekan jumlah kerugian dan korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia menyebut, statistik kebencanaan saat ini didominasi oleh peristiwa-peristiwa bencana yang terkait dengan cuaca atau iklim. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2020, kejadian bencana angin ribut atau puting beliung, banjir, longsor dan kekeringan mencapai 79 persen dan 83 persen dari total bencana yang tercatat.

Sehingga, kesiapsiagaan mutlak diperlukan atas jenis bencana ini karena frekuensi kejadiannya yang sangat dominan. Mengingat, sebagian dari bencana alam tersebut tidak bisa kita cegah, namun resiko kerugiannya dapat dikurangi melalui upaya yang massif, koordinasi yang efektif dan sinergi yang baik antar lembaga.

“Peringatan dini yang dikeluarkan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan jeda waktu yang bisa dimanfaatkan utnuk mempersiapkan segala sesuatunya, mengingat fenomena cuaca dan iklim bisa diprakirakan,” ungkapnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button