Headline

Harga PCR India Di Bawah Rp100 Ribu, Kenapa Indonesia Tidak Bisa!

“Jadi saat hasil tes keluar negatif, padahal dia telah terinfeksi atau positif Covid-19,” ungkapnya.

Dia mengingatkan pemerintah terkait keterbatasan kemampuan laboratorium dalam melakukan uji PCR. Hal ini sangat rentan terhadap tindak pidana pemalsuan surat PCR.

“Jadi ketersediaan laboratorium harus diperhatikan pemerintah, apabila memberlakukan kebijakan ini,” ucapnya.

Berita Terkait

Ia berpesan agar pemerintah transparan dalam menentukan tarif dasar PCR. Sebab, hingga saat ini penurunan harga PCR dari Rp 1 juta ke Rp 300 ribu menjadikan pertanyaan bagi publik.

“Jadi harus ada harga dasar yang transparan. Karena penurunan harga dari Rp1 juta ke Rp300 ribu, pemerintah tidak menjelaskan mekanisme penurunannya. Apakah ada subsidi dari pemerintah atau bagaimana?” ujarnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button