Headline

Ketika Gang Sempit di Jakarta Berubah Jadi Kebun Anggur

Anggur dapat berbuah setelah tujuh bulan ditanam. RW 06 Kelurahan Munjul bisa memanen hingga 25 kilogram anggur. Hasil panen itu sebagian dijual kepada warga sekitar dan juga sebagian diolah kembali menjadi sajian seperti jus hingga keripik yang terbuat dari anggur.

“Jus buah anggur itu lumayan, omzet mereka itu perlu satu bulan bisa mencapai di angka Rp7 juta, digalang secara bersama nanti mungkin ada pembagian-pembagian berapa persen,” kata pria yang berdomisili di Duren Sawit tersebut.

Keberhasilan warga RW 06 Kelurahan Munjul dalam menanam anggur di lorong-lorong gang permukiman mendapat apresiasi dari Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin yang secara khusus menyempatkan diri hadir dalam acara panen sekaligus memberikan bantuan bibit.

Vasyl mengaku tak percaya bahwa warga RW 06 Kelurahan Munjul dapat membudidayakan tanaman anggur meski dengan keterbatasan lahan yang ada.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan juga memuji keberhasilan RW 06 Kelurahan Munjul dalam menerapkan konsep pertanian kota (urban farming) di ibu kota.

Ini membuktikan bahwa pertanian perkotaan di Jakarta bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk dilakukan. Bahkan Fredy mengungkapkan bahwa Kelurahan Munjul diwacanakan menjadi tujuan agrowisata di Jakarta Timur.

“Kalau memang ini menjadi kampung agrowisata dan bisa dikembangkan, kita akan lakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Fredy dilansir Antara.

Untuk mewujudkan wacana itu, tentu tidak hanya sarana dan prasarana saja yang diperlukan. Tapi juga infrastruktur yang lain dan ini melibatkan seluruh SKPD.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur Ali Nurdin bahkan menyebut wilayah RW 06 Kelurahan Munjul dengan potensi tanaman anggur hasil pertanian kota sudah dapat menjadi destinasi agrowisata.

Secara visual wilayah ini sudah menjadi agrowisata. Masyarakat bisa datang ke sini belajar menanam anggur dan lihat hasilnya di sini.

Nantinya akan bersinergi karena tidak jauh dari sini ada Agrowisata Cilangkap. Kemudian yang lain itu semuanya akan bersinergi.

Dia akan akan berkoordinasi dengan Sudin Pariwisata juga kaitannya dengan agrowisata ini.

Sudin KPKP Jakarta Timur juga berkomitmen mendukung masyarakat yang ingin mengembangkan konsep pertanian perkotaan di wilayahnya masing-masing melalui pembinaan dan pendampingan.

“Pembinaan kita adalah bagaimana mendampingi disampaikan ada kaitannya dengan pasar. Kemudian untuk produk olahan, pengurusan segala macam, kita yang sampai ke BPOM. Kita dampingi dan akan kita fasilitasi sehingga masyarakat cukup membuat produk kita yang ke sana,” kata Ali.

Pertanian perkotaan selain menjadi solusi hadirnya lahan hijau di tengah padatnya Ibu Kota juga membawa dampak ekonomi dan kesehatan bagi warga sekitar. Karena itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah kota dan pemerintah provinsi dalam menciptakan lahan-lahan pertanian perkotaan baru di Jakarta. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button