Headline

DPR Nilai PLN Lambat Bangun Pembangkit EBT

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah meminta PT PLN (Persero) segera menjalankan dan mempercepat pengerjaan pembangkit energi baru terbarukan atau EBT yang tertuang dalam RUPTL 2021-2030.

Gus Falah menilai, BUMN Listrik tersebut lambat dalam memenuhi target pembangunan pembangkit listrik EBT. “EBT ini sudah harus dijalankan, sudah harus dipercepat pengerjaannya. Kenapa? Karena RUPTL sudah ada, jadi tidak ada alasan untuk menunda EBT yang ada di dalam RUTPL,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Gus Falah menyarankan rekonstruksi sistem procurement untuk dapat menjalankan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan.

Dia menyarankan supaya PLN tidak lagi memakai kerangka yang sama dengan Independent Power Producer (IPP) atau perusahaan listrik swasta fosil karena kerangka itu berbelit dalam hal izin dan prosedur, sehingga tidak sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.

Akhir September lalu, Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030 yang dominan menempatkan porsi pembangkit listrik energi baru terbarukan.

Peta jalan itu disebut lebih hijau karena porsi penambahan pembangkit energi baru terbarukan mencapai 51,6 persen lebih besar dibandingkan dengan penambahan pembangkit fosil yang hanya sebesar 48,4 persen.

Dari target penambahan pembangkit sebesar 40,6 gigawatt, kapasitas pembangkit energi baru terbarukan mencapai 20,9 gigawatt dan kapasitas pembangkit energi fosil hanya sebesar 19,6 gigawatt.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button