Headline

Waduh, Kawasan DKI Masih Ada yang Belum Terakses Internet

“Kami lebih memilih penetrasi (internet) dan penyebaran lebih luas lagi sehingga masyarakat bisa melek digital dan hal ini juga butuh dorongan pemerintah,” ungkapnya.

Penekanan internet yang lebih luas, tutur ia, juga berkorelasi dengan literasi digital. Percuma bila konten digital bagus, namun koneksi internetnya tidak ada.

Angga juga mengetahui bahwa banyak penyedia layanan internet yang hanya bekerja di daerah perkotaan. Mereka masih sungkan menjangkau daerah pelosok yang sedikit populasinya.

“Di sinilah, saya ingin pemerintah bisa memberikan insentif agar memacu ISP bisa melayani wilayah yang belum terjangkau,” ujarnya.

Terkait dengan keberadaan ISP ilegal, Angga tak menutup mata dengan fakta tersebut di lapangan, anggota APJII mencapai 700 perusahaan, sementara ISP ilegal bisa mencapai puluhan ribu.

Namun tidak bisa dimungkiri bahwa mereka juga menjadi ujung tombak penetrasi internet. ?Di situlah kami ingin mengedukasi agar mereka sebagai ISP terdaftar di Kementerian Kominfo. Kalau (beroperasi) ugal-ugalan, kan, yang dirugikan masyarakat,” kata Angga dilansir Antara.

Tidak hanya penekanan internet, Angga juga mengatakan, APJII akan mendorong penggunaan protokol internet (IP) tipe 6 di Indonesia secara lebih padat lagi sehubungan dengan ketersediaan IPv4 semakin sedikit.

Selanjutnya, perihal yang akan didorong APJII ke depan yakni penggunaan Indonesia Internet Exchange (IIX) yang diharapkan bisa semakin berkembang lebih besar lagi. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button