Headline

Guru akan Keberatan dengan Kurikulum Baru

“Kurikulum PSP ini menyerahkan kepada sekolah untuk mengatur waktunya sendiri, akan diberikan satu semester saja boleh, yang penting 180 jam per tahun,” ujarnya.

Dalam kurikulum PSP terebut, masih ujar dia, juga memberikan otonomi kepada sekolah terkait pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Seperti berbasis mata pelajaran (Mapel) atau tematik dan kombinasi keduanya.

“Mapel seni rupa dipelajari secara intensif di semester ganjil dan asesmen sumatifnya berupa pameran karya. Tapi sebaliknya mapel Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di semester ganjil dikurangi jam pelajarannya, namun pada semester genap dipelajari secara intensif,” katanya.

Berita Terkait

Ia mengatakan, perubahan kurikulum tersebut akan membawa perubahan mendasar di lapangan, terutama di tingkat SMA. Baik menyangkut kesiapan para guru, orangtua, murid, infrastruktur sekolah, dan kualitas pendidikan.

“Pada Kurtilas untuk SMA siswa langsung diarahkan ke penjurusan/ peminatan IPA, IPS, atau Bahasa dan Budaya. Tapi pada Kurikulum PSP ini penjurusan baru dilakukan di Kelas IX (II SMA),” terangnya.

“Masalah lain yang muncul adalah kesiapan para guru ketika diberi otonomi untuk mengatur jam pelajaran per minggu, mereka belum tentu mampu,” imbuhnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button