Headline

MAKI Pantau Sidang Kasus Dugaan Korupsi Masker di Banten

Boyamin menyakini, dalam kasus masker di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten telah memiliki cukup bukti untuk membawa ke persidangan.

“Misalnya, harga dari distributor berapa, terus kepada pemborong berapa? Nah, di sinilah letak adanya dugaan mark up. Karena satu masker dengan harga Rp220 ribu itu, saya yakin, di mana pun tidak ada harga sampai sejauh itu. Harga pasaran baik di Jakarta, Surabaya, Serang atau Lampung atau di Manado, harga masker KN95 tidak sampai Rp220 ribu per pieces. Saya yakin harga di distributor, jauh di bawah itu,” ujarnya.

Sehingga, kata Boyamin, keuntungan yang diperoleh pemborong itu, patut diduga, berasal dari mark up atau kemahalan harga.

“Mestinya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten tidak membeli masker dengan harga yang tidak wajar seperti itu. Toh, masih bisa mencari ke Jakarta, dengan harga yang lebih murah. Mestinya, pihak Dinkes Banten, melacak siapa distributornya. Kan bisa ditanya distributornya, dan didatangi untuk ditanya berapa harga masker sebenarnya, sehingga bisa dilakukan penawaran. Kalau dari distributor, misalnya harga Rp100 ribu per pieces, maka tinggal ditambah keuntungan 20 persen, cukup Rp 120 ribu per pieces. Tidak perlu sampai Rp220 ribu per pieces,” tegasnya.

Menurut Boyamin, letak kecerobohan atau kelalaian atau kesalahan dari pihak pimpinan proyek, tidak melakukan proses klarifikasi harga pasar kepada distributor, baik distributor yang dihire (dipekerjakan) oleh pemborong maupun distributor lainnya.

“Karena terjadi kesalahan inilah, maka terjadilah kerugian negara sehingga diproses oleh Kejaksaan Tinggi Banten. Dan, mulai terungkap kan, peran dan persengkongkolan dari para pihak, meskipun ada yang membantah. Nanti, biar hakim yang akan menilai, apakah bantahan itu benar atau hanya ngeles atau sekadar mencari selamat. Saya yakin, hakim akan mampu melihat semua fakta itu. Saya dari MAKI berharap bahwa hakim nantinya memutuskan bahwa ini bersalah. Karena, harga Rp220 ribu untuk masker KN95 itu rasanya tidak masuk akal,” ujarnya. (dam)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button