Headline

Panglima TNI Baru Harus Mampu Atasi Polarisasi

“Bagaiamana menghadapi polarisasi, harus bijak. Saya sendiri merindukan tidak adanya polarisasi karena setelah ke sini makin menonjol. Panglima TNI harus merangkul semua pihak sehingga tidak ada lagi polarisasi,” terangnya.

Tetapi jika dari pengamatan pribadi, lanjut Ojat, Jendral Andika Perkasa lebih terbuka lebar potensinya menjadi Panglima TNI. Sebab, dasar tanggung jawab sebagai pimpiman KSAD nampak terlihat.

Jendral Andika dinilai lebih terbuka jika ada masalah dalam tubuh TNI AD. Seperti kasus penularan Covid-19 di TNI AD di Bandung langsung ditangani.

“Dari sisi ketegasan pak Andika mumpuni, kalau ada anak buahnya bersalah tidak ditutupi. Apapun pertimbangannya hak preogratif Presiden. Kalau pemerintah sudah memutuskan iti sudah matang. Kalau maayarakat melihatnya jangan sampai ada gesekan di lapangan,” paparnya.

Terlepas dari itu, Panglima TNI terpilih nanti harus dapat menjamin kesejahteraan anggotanya. Sehingga tidak ada lagi kasus pergesekan di tingkat bawah.

“Panglima itu suatu jabatan yang amanah cukup besar karena melindungi 3 Matra yakni Darat, Laut dan Udara. Membawahi 3 Jendral lainnya. Pengembangan kesejahteraan anggota, karena alusista mau diperbaharui, tapi kalau kesejahteraan TNI ya kasian. Adanya gesekan, maaf ada yang membekingi A, B karena kesejahteraanya tidak mencukupi,” tutupnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button