Headline

Defisit APBN Sampai Mei 2021 Tembus Rp219,3 Triliun

Belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp359,8 triliun atau 34,86 persen dari target Rp1.032 triliun dan realisasinya meningkat 32,97 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp270,6 triliun.

Kemudian belanja non-K/L mencapai Rp287,9 triliun atau 31,2 persen dari target Rp922,6 triliun dan realisasinya meningkat 7,9 persen dibanding Mei 2020 yang hanya sebesar Rp266,8 triliun.

Untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) mencapai Rp298 triliun atau 37,47 persen dari target Rp795,5 triliun dan realisasi ini terkontraksi 2,8 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp306,6 triliun.

Realisasi TKDD meliputi transfer ke daerah yang mencapai Rp275,7 triliun atau 38,18 persen dari target Rp722,2 triliun dan terkontraksi 0,72 persen dibanding Mei 2020 Rp277,7 triliun.

Sedangkan dana desa mencapai Rp22,3 triliun atau 31,02 persen dari target Rp72 triliun dan jumlah ini terkontraksi hingga 22,64 persen dibanding realisasi tahun lalu dalam periode yang sama yakni mencapai Rp28,9 triliun.

Selanjutnya, pembiayaan anggaran mencapai Rp309,3 triliun atau 30,73 persen dari target Rp1.006,4 triliun di mana realisasi ini masih terkontraksi 13,57 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp357,9 triliun.

“Pembiayaan kita sudah lebih tinggi Rp309,3 triliun karena kita melakukan pembiayaan front loading dalam mengantisipasi kenaikan suku bunga atau inflasi yang terjadi di Amerika Serikat,” katanya dilansir Antara. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button