Headline

Inilah Keganasan Varian Delta Covid-19

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu juga mengungkap pengaruh Delta terhadap diagnosis. “Sejauh ini belum ada laporan ilmiah yang sahih tentang dampak varian Delta terhadap hasil pemeriksaan COVID-19 dengan PCR dan atau rapid antigen,” katanya.

Terkait dampak varian Delta terhadap efikasi vaksin, kata Tjandra, sesuai data hasil penelitian masih terus bergulir dari waktu ke waktu.

Laporan awal dari Inggris menunjukkan ada sedikit penurunaan efektifitas vaksin Pfizer BioNTech dan AstraZeneca-Vaxzevria terhadap varian Delta dibandingkan dengan varian Alfa.

“Penelitian lain yang dipublikasi di Jurnal internasional ternama Lancet menemukan adanya penurunan netralisasi pada varian Delta yang diberi vaksin Pfizer, lebih tinggi dari penurunan netralisasi pada varian Alfa dan Beta,” katanya.

Tjandra mengatakan dari berbagai data yang ada maka secara umum pemberian vaksin Pfizer dan Astra Zeneca sebanyak dua kali suntikan masih dapat melindungi terhadap varian Delta. “Tetapi memang harus dua kali dan jangan hanya satu kali,” katanya.

Tjandra menambahkan, Indonesia masih harus terus mengikuti perkembangan hasil penelitian untuk mendapatkan kesimpulan yang tepat tentang dampak varian Delta ini pada perjalanan penyakit COVID-19 dan perkembangan pandemi.

“Yang dapat dilakukan sekarang adalah melakukan 3M, 3T dan vaksinasi secara benar-benar maksimal, bukan hanya sekedar optimal,” katanya.

Sementara itu jumlah pemeriksaan “whole genome sequencing” juga harus terus ditingkatkan secara bermakna agar masyatakat mendapat gambaran yang lebih pasti tentang berapa besar masalah varian Delta.

“Atau mungkin varian lebih baru lagi yaitu Delta Plus atau mungkin yang lain lagi yang ada di negara kita,” demikian Tjandra. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button