Headline

Dicap Teroris, OPM Makin Kehilangan Pamornya di Masyarakat

Aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga kini masih melakukan pengejaran dan penyisiran terhadap kelompok pro-kemerdekaan Papua, lantaran banyak melancarkan aksi kekerasan.

“OPM semakin kehilangan pamornya di masyarakat, karena aksinya selama ini memperkosa anak wanita, merampas harta warga, merampas anggaran desa yang seharusnya untuk pembangunan pedesaan,” imbuhnya.

“Merusak obyek vital yang sangat dibutuhkan rakyat Papua seperti bakar pesawat, menara komunikasi, bahkan tidak segan-segan membunuh warga,” tutur Suriastawa.

Status teroris itu merujuk pada Undang-undang nomor 5 tahun 2018 menyatakan, teroris adalah siapapun orang yang merencanakan, mengerahkan dan mengorganisasikan terorisme.

Sedangkan terorisme, setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas.

Sehingga menimbulkan korban secara massal, kerusakan atau kehancuran obyek vital strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik dan internasional dengan motif ideologi, politik hingga keamanan. (dan)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button