Sepanjang 2020 DBD Telah Membunuh 661 Jiwa

INDOPOSCO.ID – Demam berdarah merupakan penyakit virus yang cepat menyebar melalui perantara nyamuk. Penyakit DBD menjadi salah satu dari 10 ancaman teratas WHO terhadap kesehatan global pada 2019 lalu.
Di Indonesia, sepanjang tahun 2020 kasus DBD tercatat mencapai 95.893 kasus, dengan jumlah kematian mencapai 661 jiwa. Kasus DBD tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Kematian Akibat DBD terjadi di 219 kabupaten/kota.
“Vaksin demam berdarah dengue (DBD) Takeda (TAK-003) mampu mencegah penyakit DBD hingga 62 persen,” ujar Vice President Dengue Global Program Leader Takeda Pharmaceutical Derek Wallace dalam keterangan, Sabtu (29/5/2021).
Menurut dia, calon vaksin TAK-003 bisa mengurangi risiko rawat inap pasien hingga 83,6 persen, tanpa risiko gangguan kesehatan lain. Setelah melalui serangkaian uji coba imunisasi tetravalen terhadap penyakit DBD fase 3 (TIDES Phase 3).
“Uji coba imunisasi tetravalen terhadap penyakit DBD fase 3 (TIDES Phase 3) melibatkan lebih dari 20.000 anak-anak dan remaja sehat berusia 4 hingga 16 tahun, di negara-negara endemik DBD di kawasan Asia dan Amerika Latin,” katanya.
Lebih jauh dia menuturkan, uji klinis melibatkan Komite Pemantau Data independen, terdiri dari para ahli yang aktif memantau keselamatan para peserta uji coba secara berkelanjutan. Eksplorasi lanjutan uji coba TIDES fase 3 dilakukan selama 36 bulan.
“Pengamatan kemanjuran vaksin fase 3 tetap konsisten dengan hasil pengujian sebelumnya. Dan secara umum, TAK-003 dapat ditoleransi dan tidak ditemukan risiko yang membahayakan kesehatan,” ungkapnya. (nas)