Headline

IPO Dinilai Perkuat Daya Saing BUMN

IPO kedua perusahaan tersebut diperkirakan akan meraup dana triliunan rupiah. IPO Mitratel disebut-sebut akan menjadi IPO terbesar hingga menembus satu miliar dolar AS atau setara Rp14,5 triliun.

Dengan kebutuhan mobilitas data dan telekomunikasi saat ini yang semakin meningkat sejak pandemi, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan oleh perseroan guna mengoptimalkan kinerja ke depan.

Sementara itu, dari IPO PGE diperkirakan akan terkumpul dana hingga 500 juta dolar AS atau setara Rp7,25 triliun.

PGE kini dalam tahap konsolidasi aset dengan PT PLN Gas & Geothermal dan PT Geo Dipa Energi (Persero) sebelum masuk ke bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga kini belum ada perusahaan BUMN dan anak usaha BUMN yang masuk dalam pipeline IPO.

Sampai dengan 28 April 2021, terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI yang saat ini masih menjalani proses evaluasi BEI.

“Dari seluruh pipeline IPO saham tersebut, belum terdapat perusahaan yang merupakan unicorn dan BUMN dan entitas anak,” ujar Nyoman.

Berdasarkan klasifikasi asetnya, terdapat enam perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), 10 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 miliar-Rp250 miliar), dan enam perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).

Adapun rincian sektornya adalah dua perusahaan dari sektor barang baku, dua perusahaan dari sektor perindustrian, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, tiga perusahaan dari sektor barang konsumen primer, enam perusahaan dari sektor barang konsumen non primer, dua perusahaan dari sektor properti dan real estat, dua perusahaan dari sektor teknologi, satu perusahaan dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, dan satu perusahaan dari sektor keuangan. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button