Headline

Tingkat Kepuasan Publik terhadap Jokowi Naik Tipis

Seiring mulai dibukanya kembali kegiatan ekonomi dalam kebijakan New Normal, tingkat kepuasan publik mulai bergerak naik menjadi 66,8 persen –pada survei Agustus 2020–, atau masih di bawah sebelum pandemi. “Ekonomi minus, dan Indonesia tengah memasuki resesi,” jelasnya.

Namun, lanjut Hendri, masyarakat tampaknya sudah bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru dan optimisme akan hadirnya vaksin Covid-19. “Tingkat kepuasan publik pun berhasil rebound menjadi 68,7 persen (survei November 2020, red),” katanya.

Gelaran vaksinasi dimulai, di mana Presiden Jokowi menjadi orang pertama menerima suntikan. Pemerintah juga memastikan status vaksin Sinovac yang digunakan aman dengan mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan fatwa halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Namun, pada survei yang dilakukan pada 25 Februari-5 Maret 2021, tingkat kepuasan publik mencapai angka tertinggi, yaitu 70,9 persen. “Publik melihat Presiden Jokowi bekerja keras mengatasi pandemi dan berupaya memulihkan perekonomian, terbukti dari meningkatnya kepuasan masyarakat,” tandas Hendri dikutip Antara.

Tapi masih ada 23,8 persen responden yang menyatakan tidak puas dan tidak tahu/tidak jawab 5,3 persen. Meski demikian, perekonomian masih bergerak minus dan angka penambahan kasus Covid-19 masih cukup tinggi. Bahkan pemerintah memperketat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) se-Jawa dan Bali, atau kini disebut sebagai PPKM mikro.

“Pemerintah harus mempercepat laju vaksinasi agar target membuka kembali seluruh kegiatan masyarakat bisa segera dilakukan, dan Indonesia keluar dari Pandemi Covid-19,” ujar Hendri. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button