Headline

Isu Kudeta Partai Demokrat, Analis Politik: Awas Teori Viktimisasi Bak Pisau Bermata Dua

Dia menjelaskan, dalam ranah politik praktis, para pakar Viktimisasi mengamati korban atau victimhood sering menjadi salah satu posisi politik yang menguntungkan. Sehingga banyak aktor politik menempatkan diri sebagai victimhood atau sebagai korban.

“Memposisikan diri sebagai korban dapat menjadi sarana yang efektif bagi individu atau aktor politik atau kelompok politik tertentu untuk mengkonstruksi kepentingan politiknya,” katanya.

Umar juga mengatakan, menjadi korban mengekspresikan seseorang atau sekelompok orang dalam hal ini tentu adalah kelompok politik telah menderita atau telah dizalimi oleh kelompok yang lebih besar yang lebih powerfull. Menjadi korban biasanya juga menyatakan klaim bahwa mereka tengah membela sesuatu yang lebih besar.

“Dalam kasus isu kudeta di Partai Demokrat, saya melihat AHY sengaja memposisikan dirinya dan partainya dalam hal ini Partai Demokrat sebagai korban sebagai victimhood. Tapi munculnya kegaduhan internal Demokrat membuka banyak kekurangan dan kelemahan kepemimpinan AHY,” terangnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button