Nasional

Hati-hati! Ada Empat Motif Pembunuhan Berbasis Gender

INDOPOSCO.ID – Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah mengatakan, kasus pembunuhan berbasis gender sudah mendapatkan perhatian internasional. Kendati di Indonesia hal tersebut belum menjadi baku.

“Kalau di Indonesia hanya dikenal pembunuhan. Di mata Internasional, PBB sendiri pembunuhan berbasis gender sudah mendapatkan perhatian,” ungkap Siti Aminah melalui gawai, Minggu (30/5/2021).

Ia mengatakan, pembunuhan berbasis gender dikategorikan menjadi 11. Bentuk kekerasan tersebut meliputi di antaranya pembunuhan anak perempuan, pembunuhan domestik, pembunuhan atas nama kehormatan hingga pembunuhan yang menyasar anak di daerah konflik.

“Di dalam bentuk pembunuhan berbasis gender tersebut juga terdapat pembunuhan karena orientasi seksual yang berbeda,” katanya.

Ia menyebut, Komnas Perempuan tidak mendapatkan pengaduan pembunuh berbasis gender. Selama 2020 saja, menurutnya, ada 37 kasus pembunuhan berbasis gender. Sementara pada 2017-2018 ada 97 kasus.

“Kita tidak melihat naik turunnya kasus, tetapi kami ingin bagaimana melakukan pencegahan dan penegakan hukum pembunuhan yang berbasis gender terulang,” ungkapnya.

Dia menggunakan, pembunuhan berbasis gender bukan hal baru yang terjadi di wilayah hukum di Indonesia. Karena, beberapa kasus terjadi menimpa perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK), terapis hingga pemandu lagu.

“Ini (pembunuhan berbasis gender) sudah terjadi sebelumnya. Jadi bukan kasus baru,” ucapnya.

Terkait motif pelaku didorong oleh faktor ekonomi, masih ujar Siti, harus perlu didalami. Karena di tahun sebelumnya, terjadi kasus serupa karena ketersinggungan terkait jasa.

“Kasus di Depok misalnya, karena motif maskulinitas, seperti bau tubuh yang tidak enak dan hubungan seksualitas yang tidak memuaskan,” terangnya.

Menurut Siti, ada empat motif pembunuhan berbasis gender. Di antaranya, karena motif cemburu, ketersinggungan maskulinitas, transgender dan keterkaitan moralitas perempuan.

“Pada kasus moralitas ini, kita masih ingat pembunuh tahun lalu. Karena anak perempuan melakukan hubungan seksual sebelum menikah, kemudian atas nama kehormatan saudara laki-laki dan ayahnya dibunuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Perempuan inisial IW (31) yang ditemukan tewas di kamar hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, diduga korban pembunuhan. Korban diduga dihabisi teman kencannya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil menangkap diduga pelaku berinisial AA. Dia saat ini kini tengah diperiksa intensif di Polres Metro Jakarta Pusat. (nas)

Sponsored Content
Back to top button