Nusantara

Gubernur Banten Siap Vaksinasi Covid-19

INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memastikan dirinya siap divaksinasi Covid-19 setelah hasil medical check up kesehatan secara menyeluruh selesai dilakukan.

Dijelaskan Gubernur, dirinya telah melalui serangkaian test atau check up kesehatan guna memenuhi syarat kelayakan menerima vaksinasi Covid-19 untuk usia di atas 60 tahun, seperti test jantung, ginjal dan darah, namun masih ada beberapa test yang perlu dijalankan.

“Saya sudah melakukan medical general check up. Jantung saya bagus, ginjal saya bagus. Minggu ini chek up saya akan selesai, kalau udah selesai, saya akan langsung suntik vaksin,” kata Gubernur konferensi pers digelar di Rumah Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal.Ahmad Yani No. 158, Kota Serang, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang juga Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, mengatakan skrining dilakukan sebagai salah satu syarat kelayakan bagi penerima vaksin, termasuk yang usianya di atas 60 tahun.

“Nanti skrining saat di lokasi. Dari mulai status kesehatan sampai dengan fisik diagnosisnya nanti diperiksa di sana,” kata Ati menambahkan.

Untuk diketahui, masyarakat yang usianya di atas 60 tahun sudah diperbolehkan menerima suntik vaksin. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Meski begitu, pemberian vaksinasi pada kelompok usia 60 tahun ke atas tersebut tetap harus menjalani cek kesehatan serta skrining dengan mengajukan sejumlah pertanyaan sebelum mendapatkan suntik vaksin. Misalnya soal apakah penerima vaksin menderita lima atau lebih dari 11 penyakit seperti hipertensi, diabetas, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal. Jika jawabannya tidak, maka bisa dilanjutkan dengan pemberian suntik vaksin.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button