Nusantara

Gubernur Bali Larang OTG Isoman di Rumah

INDOPOSCO.ID – Gubernur Bali Wayan Koster melarang kegiatan isolasi mandiri di rumah untuk masyarakat yang terkena kasus baru Covid-19 dengan tanpa gejala( OTG), untuk menghindari penularan dalam lingkungan keluarga.

“Masyarakat yang terkena kasus baru Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala diwajibkan mengikuti isolasi ataupun karantina terpusat,” tutur Koster dalam keterangan tertulisnya di Denpasar sepeti dikutip Antara, Jumat (13/8/2021).

Koster menyampaikan hal itu merupakan salah satu arahan yang disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Kesehatan dalam rapat evaluasi pada Kamis (12/8) agar PPKM tingkat 4 di Bali berjalan lebih optimal.

“Virus versi delta Covid-19 menular dengan sangat cepat serta ganas, jauh lebih cepat dari virus Covid-19 sebelumnya. Sangat beresiko terutama untuk orang yang memiliki penyakit komorbid serta usia lanjut,” ucapnya.

Sedangkan aktivitas masyarakat Bali dan kerumunan masih tinggi sehingga terjadi penularan Covid-19 secara cepat.

Oleh karena itu, kata Koster, harus ditangani dengan sangat serius agar kasus bisa dikendalikan.

“Jangan sampai terus meluas serta meningkat dan jangan sampai berkepanjangan,” ucapnya.

Data kasus aktif Covid-19 hingga Kamis (12/8) di Bali sudah sebanyak 12.592 orang, sebagian besar 8.163 orang (85 persen) menjalani isolasi mandiri di rumah sehingga menyebabkan penularan serta tingginya kasus baru Covid-19 dalam rumah tangga, keluarga terdekat, serta perkantoran.

“Bupati atau Wali Kota berkewajiban menyiapkan fasilitas isolasi atau karantina terpusat dengan biaya dari APBD serta dibantu oleh Gubernur mulai hari ini,” ucapnya.

Dalam rapat evaluasi tersebut, juga disampaikan arahan untuk masyarakat yang sudah mengikuti pengasingan mandiri di rumah, kurang dari 10 hari agar segera dibawa ke isolasi atau karantina terkonsentrasi.

“Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Dandim serta Kapolres ditugaskan untuk menjemput warga dibawa ke tempat isolasi atau karantina terpusat,” tutur mantan anggota DPR 3 periode ini.

Sedangkan yang sudah mengikuti isolasi mandiri di rumah selama 10 hari ataupun lebih, boleh tetap di rumah. Tidak hanya itu, perbekel (kepala desa) ataupun lurah serta bendesa adat se-Bali diminta untuk memantau warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Melarang untuk yang kontak erat agar tidak mengikuti aktivitas di masyarakat, walaupun hasil testing swab antigen atau PCR negatif,” tuturnya.

Masyarakat, tambah Koster, diharuskan mengikuti protokol kesehatan Covid-19, selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjaga imun, mengurangi bepergian, serta menaati peraturan. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button