Gaya Hidup

Menikmati Sensasi Pulau Bungin Sumbawa dengan Membelah Laut

Tapi satu tips untuk wisatawan yang akan melancong kuliner ke Restoran Apung Pulau Bungin, harus datang sebelum jam 17.00 WITA. Jika lewat dari itu, pemilik restoran tidak bisa menerima tamu karena khawatir sampai malam.

Restoran apung yang telah buka sejak hampir 2 tahun itu, belum memiliki fasilitas listrik sehingga mereka tidak bisa menerima tamu sampai malam. “Untuk menuju restoran apung, kita menyeberang sekitar 10 menit menggunakan perahu pemilik resto. Jadi fasilitas perahu ini diberikan gratis,” tutur Balqis dikutip Antara.

Namun begitu, pengunjung lainnya Intan menyesalkan sedikitnya fasilitas di umum di Pulau Bungin. Salah satunya fasilitas toilet umum. “Toiletnya ada, tapi sayang tidak terawat dan semuanya rusak,” tuturnya.

Toliet umum ini berada benar di dermaga penyeberangan wisatawan ke Restoran Apung Pulau Bungin, yang juga dimanfaatkan oleh warga secara umum.

Mestinya, fasilitas 5 unit toilet umum itu bisa dipelihara dengan baik agar dapat dimanfaatkan baik untuk wisatawan maupun warga sekitar.

Sementara seorang warga di Pulau Bungin Tison Sahabuddin berharap untuk pengembangan di Pulau Bungin, pemerintah bisa serius memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Kebutuhan dasar terkait menyangkut hidup orang banyak, seperti ketersediaan air bersih, penataan sanitasi, dan kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Apalagi, tuturnya, Nusa Tenggara Barat saat ini sudah cukup terkenal setelah adanya Pertamina Mandalika Sirkuit. Harapannya, saat MotoGP berlangsung pada 20 Maret 2022, warga Pulau Bungin bisa kena dampak peningkatan kemakmuran.

“Kita berharap pemerintah bisa menyetir tamu Moto GP, yang dikoordinir perusahaan perjalanan untuk datang ke Pulau Bungin dan sekitarnya. Insyaa Allah, masyarakat siap,” tuturnya.

Menurut Tison yang juga menjadi Ketua Kelompok Budidaya Ikan Pulau Bungin, air bersih di Pulau Bungin disuplai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan titik sentra dari Alas.

Jaringan instalasi pipa bawah tanah memang sudah ada, hanya saja airnya masih sedikit bahkan kadang ada dan tidak. “Karena itu, kita sangat berharap ada keseriusan pemerintah secara permanen terhadap ketersediaan air bersih untuk kami di pulau ini,” ujarnya.

Sementara kebutuhan jangka panjang, tutur Tison, jika pemerintah serius menjadikan Pulau Bungin sebagai salah satu destinasi wisata maka berbagai masalah kebutuhan dasar itu harus dipadati dengan baik.

Begitu juga dengan pengentasan kemiskinan, ekspansi wilayah serta peningkatan kesejahteraan nelayan. Karena, dasar dari pengembangan wisata itu untuk masyarakat setempat agar mereka tidak menjadi penonton di rumah sendiri. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button