Gaya Hidup

Ariel Tatum Ikut Ritual Melukat, Begini Kata Tokoh Agama di Bali

”Kalau masuk agama Hindu bukan mengikuti upacara Melukat, namun upacara Sudhi Wadhani. Mungkin kalau dalam Islam membaca dua kalimat syahadat,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan, tidak sedikit juga umat Hindu Bali yang datang berobat secara spritual ke orang Islam dan melakukan ritual yang dipercaya sebagaimana umat Islam, seperti mandi kembang dan mandi ke pantai yang dipercaya untuk membuang sial dalam dirinya.

”Saya juga pernah terkena guna-guna dan datang berobat  secara spiritual ke orang Islam di Kampung Jawa, Denpasar. Salah satu ritualnya saya disuruh mandi ke pantai Sanur, bukan berarti saya pindah ke Islam” tukasnya.

Hal senada dikatakan Jero Suci, bahwa ritual Melukat tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu, namun bisa dilakukan oleh umat agama lain.

”Itu tergantung kepercayaan, kalau dia datang berobat ke orang Hindu, dia akan mengikuti upacara Melukat untuk pembersihan diri dalam tubuh,” terang Jero Suci warga Banjar Abian Semal, Kabupaten Badung, Bali.

Ia menambahkan, ada tempat Melukat yang terkenal kemanjurannya, yakni di Tampak Siring yang memiliki sembilan pancuran Tirta (air).

”Kalau banyak aura negatif di dalam tubuh kita airnya akan berubah menjadi keruh,” jelasnya.

Selain  di Tampak Siring, ada juga tempat Melukat di Sebatu, Tegal Lalang, Gianyar, dan Tambal Waras Tabanan, untuk yang menderita sakit. Dan terakhir ada di Punggul Abian Semal Tabanan.

”Melukat itu mandi dari ujung rambut sampai ujung kaki dan tidak boleh pakai sabun,” katanya.Selain itu, Melukat juga harus dilaksanakan pada hari baik, seperti bulan Purnama 18 dan tidak bisa dilakukan setiap bulan.

”Jadi hari baiknya ditentukan oleh Pemangku atau setara dengan Ustad dalam agama Islam, dan biasanya dilaksanakan pada bulan Purnama 18,” tukasnya. (yas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button