Gaya Hidup

Ini Langkah untuk Mengurangi Emisi Karbon di Jalan Raya

Sementara, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan mengatakan, trembesi dapat menyerap CO2 sebesar 28.5 ton per pohon per tahun dibandingkan dengan pohon akasia yang hanya mampu menyerap 5,3 ton per tahun dan kenanga 0,5 ton per tahun.

Baca Juga : Kementerian ESDM-IRENA Tingkatkan Kerja Sama untuk Capai Nol Emisi

“Kandungan 78 persen nitrogen di udara membuat trembesi mampu bertahan hidup di lahan marjinal hingga lahan kritis, seperti lahan bekas tambang. Bahkan, trembesi dapat bertahan pada tanah dengan tingkat kesamaan tinggi dan kering,” sebutnya.

Dalam penanaman, BLDF melakukan pembibitan trembesi di pusat pembibitan tanaman (PPT) yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Di sana, bibit-bibit trembesi dirawat hingga akhirnya siap untuk ditanam di berbagai ruas jalan.

Tak hanya berhenti pada tahap penanaman, BLDF juga berkomitmen untuk melakukan perawatan trembesi selama tiga tahun hingga pohon trembesi tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri.

Sejak program ini dimulai, DTFL telah menanam trembesi di sepanjang 2.817 kilometer dengan jumlah 150.750 pohon, terbentang di jalur Pantura (Pantai Utara Jawa), Trans Jawa, Lingkar Madura, Lombok, hingga Sumatera.(arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button