Gaya Hidup

Pendaki Muda Bagi Tips Jelajahi Seven Summit

Seven Summiter Indonesia lainnya, Nurhuda, juga menceritakan pengalamannya menaklukkan puncak gunung di Antartika. Ia menyebut bahwa selain fisik, mental, dan finansial, tantangan utama pendaki mencapai Seven Summits adalah cuaca yang tidak dapat diprediksi.

“Tidak bisa kita tentukan kapan bisa melanjutkan ke puncak. Harus based on forecast atau ramalan cuaca. Kalau cuaca buruk kita sama sekali enggak bisa kemana mana,” ungkap Nurhuda.

Nurhuda menyarankan apabila ingin pergi mendaki ke Antartika maka perlu membawa beberapa peralatan penting, seperti high altitude mountaineering boots, sled, duffle bag, down suit, google eyes, mitten glove, dan ice axe.

Nurhuda juga membagikan pengalamannya mendaki Everest ketika dirinya bersama tim harus menerapkan cache and carry sebelum mencapai puncak.

Cache and carry adalah sistem pendakian untuk pendaki yang akan naik turun membawa sebagian logistik untuk ditimbun. Sistem seperti ini berguna untuk mengatasi jumlah barang bawaan yang banyak pada sebuah eskpedisi sekaligus upaya untuk ber- aklimatisasi.

“Aklimatisasi sangat penting. Dari basecamp pendaki harus ber- aklimatisasi sekitar dua minggu, tergantung cuaca dan kondisi kesehatan si pendaki,” tuturnya.

Berbeda dengan Fransiska, biaya ekspedisi Seven Summits yang dikeluarkan Nurhuda dan timnya lebih besar karena jumlah tim yang lebih banyak.

“Kami 10 orang termasuk media menghabiskan biaya sekitar Rp10 miliar. Memang besar, makanya penting untuk membuat tim pendukung yang bisa membantu mencari sponsor. Juga perlu bekerjasama dengan media,” tutup dia.(mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button