Gaya Hidup

Nono dan Menggali Potensi Alam Pulau Mupuruka, Papua

Sebelum dipersilakan untuk masuk di rumah panggung yang menjadi ciri rumah rumah di desa tersebut, Nono dan tim diajak kembali menari seraya berlari kecil, berputar sebanyak tiga kali di depan rumah kepala desa. Setelah puas ikut dalam kegembiraan masyarakat, Nono dan tim pun dipersilakan duduk di kursi yang dipersiapkan seketika itu juga.

Seraya berkenalan dengan sekretaris desa, keluarga kepala desa dan perangkat desa lainnya, karena kepala desa setempat baru wafat 38 hari yang lalu. Malam hari, masyarakat kembali berkumpul untuk berkenalan lebih dekat, apa maksud dan tujuan sang tamu menyambangi desa yang berada ditengah hutan tersebut.

Dengan santun Nono menjabarnya keinginannya untuk maju bersama masyarakat, menggali potensi sumberdaya alam alam laut Mupuruka, untuk kesejahteraan bersama. “Kami datang untuk bekerja bareng. Bapak dan ibu di sisi hulu, kami mencoba dari hilirnya,” ucap pria mudah senyum itu.

Berita Terkait

Setelah memberikan penjelasan panjang lebar, masyarakat pun sepakat mau dibina untuk tumbuh bersama, pertemuan singkat yang begitu akrab dan bisa saling memahami. Semoga berjalan seperti yang diharapkan, untuk memberikan kehidupan yang lebih layak di Mupuruka seperti cita-cita mulia Sulaksono.

Dia juga dengan sabar mendengarkan berbagai keluhan masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, kesulitan dapat bahan bakar minyak, mahalnya es batu, dan rendahnya harga tangkapan mereka. Setelah saling bicara, sepakat kerja sama terlajin, untuk menumbuhkan perekonimian di wilayah lumbung udang di ujung Barat Mimika.

Sebelum kembali ke Timika, pada kesempatan itu Nono dan tim menjajal jaring yang dibagikan ke nelayan. Alhasil, mengejutkan, udang dengan ukuran yang dibutuhkan terjaring, Nono pun tersenyum bahagia, karena apa yang ada dibenaknya terealisasi ada di lapangan.

Kali ini, Nono dan tim mencoba menjaring menurunkan jaring ketiga kalinya ke laut, hasil jaring yang hanya ujicoba satu jam, bisa disimpulkan, udang di laut sudah siap panen.

“Dari ukuran udang sudah saat nya panen, seharus nya udang Mupuruka tidak bergantung musim. Kita pastikan nelayan bisa menanhkap terus. Karena ada hutan bakau,” harapnya penuh optimistis.

Selepas makan siang, Nono dan tim berpamitan, diantar oleh tokoh masyarakat dilepas pulang sampai dermaga. Air mata bahagia melepas kepulangan, seraya berharap segera kembali untuk merealisasikan semua program yang sudah dibahas dan direncanakan dengan masyarakat.

“Kita bisa realisasikan target ekspor empat kali ke Jepang per bulan. Saya bangga bisa membeli udang langsung dari masyarakat. Lewat potensi alam laut Mupuruka yang banyak udang, saya berkesimpulan udang bisa menyehatkan, mencerdaskan dan mensejahtrakan,” pungkasnya dengan penuh senyuman.

(nelly marinda situmorang)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button