Gaya Hidup

Wanita Lebih Berisiko Terkena Osteoporosis

dr. Faisal pula berkata, aspek risiko osteoporosis yang lain yang tidak dapat diganti merupakan riwayat osteoporosis dalam keluarga. Ia pula mengatakan orang Asia lebih mudah terserang penyakit tersebut. “Jadi orang Asia lebih mudah kena daripada bule. Itu berdasarkan kondisi yang diamati pada populasi, ada penelitiannya,” imbuhnya.

Ada pula aspek risiko osteoporosis yang dapat diganti, tutur dr. Faisal, merupakan gaya hidup tercantum asupan gizi dan penyakit yang dialami semacam gula, ginjal, autoimun, dan penyakit jantung.

Osteoporosis, tutur dr. Faisal, tercantum silent disease sebab kerap kali tidak mempunyai pertanda hingga patah tulang pertama terjadi. Alhasil, bagi perempuan berumur di atas 65 tahun dan laki-laki di atas 70 tahun direkomendasikan untuk melaksanakan pengecekan dengan penapisan ataupun Bone Mineral Density (BMD) untuk menilai kepadatan massa tulang.

Berita Terkait

“Yang lebih muda juga boleh dilakukan penapisan jika memiliki kondisi yang menyebabkan peningkatan risiko kehilangan massa tulang,” ungkapnya.

dr. Faisal juga mengingatkan untuk selalu memperhatikan asupan gizi dalam tubuh seperti kalsium dan vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang. “Kalsium tidak akan langsung masuk ke tulang, harus diserap dulu. Nah, vitamin D akan membantu penyerapan kalsium,” ujarnya. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button