Gaya Hidup

Dampak Bila Remaja Alami Kurang Gizi Kronis

Stunting ialah situasi gagal tumbuh dan kembang sejak usia 1000 hari pertama kelahiran (HPK). Situasi ini biasanya terdiagnosis pada saat anak berumur 2 tahun ialah saat 70 persen otaknya sedang bertumbuh. Potensi stunting sesungguhnya dapat dilihat perjalanan 1.000 hari pertama anak, salah satunya apabila ia lahir dengan berat rendah( bblr). Pada situasi ini, maka pemantauan seperti jauh badan dan berat tubuhnya dilakukan tiap pekan.

Rita mengatakan, masalah gizi remaja yang salah satunya berkontribusi pada peristiwa stunting dapat diubah melalui aplikasi gaya hidup sehat termasuk konsumsi makanan bergizi seimbang.

“Jadi, kalau remaja berada dalam status gizi baik, berarti ketika suatu saat dia menjadi ibu, dia dalam kondisi tidak malnutrisi. Kapanpun dia akan hamil, zat gizi di dalam tubuhnya sudah siap untuk diteruskan ke janinnya,” ucapnya.

Rita menekankan, makanan bergizi seimbang tak mesti mahal. Sederet makanan yang relatif ramah di kantong semisal daun katuk, kangkung, ikan kembung, tempe, buah-buahan seperti pepaya bisa menjadi pilihan demi memenuhi asupan gizi seseorang, namun tetap harus memperhatikan pengolahan yang tepat.

“Tempe yang mudah didapat sudah bisa menyelesaikan untuk pemenuhan protein anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dengan pengolahan tepat. Sayur tidak mesti mahal-mahal, kangkung jauh lebih bagus asal pengolahan tepat. Bahkan oncom pun karena kandungan gizi luar biasa,” ucap Rita. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button