Gaya Hidup

“You and I” Sabet Penghargaan Film Internasional di Copenhagen

Para juri menilai bahwa Fanny sebagai sutradara berhasil menjahit cerita dengan sangat baik dan mempunyai daya tarik bagi kedua protagonis dalam film, Kaminah dan Kusdalini, dengan menelusuri detail kehidupan sehari-hari sambil merefleksikan tahun-tahun yang mereka habiskan di penjara, karena keterlibatan mereka dalam paduan suara pemuda.

Memadukan catatan sejarah dan pengamatan, Fanny membawa penonton ke momen katarsis yang kuat. Kusdalini meninggal, Kaminah mulai menangis, dan sebagai penonton juri merasakan beban tragedi di balik air matanya. Dia berduka atas kematian pasangan hidupnya, rekan-rekannya yang di penjara, dan impian emansipatoris sebuah generasi.

“You and I” bercerita tentang Kaminah dan Kusdalini, dua sahabat yang dipertemukan di penjara. Kisah film ini akan menunjukkan bagaimana Kaminah dan Kusdalini mengenang kehidupan pahit mereka sebagai mantan tahanan politik pada 1965 lalu dan berusaha tak melupakan sejarah kelam yang pernah mereka lewati.

Sebelumnya, film ini telah berhasil menyabet berbagai penghargaan, seperti film dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia 2020, penghargaan internasional di Asian Perspective Award dari 12th DMZ International Documentary Film Festival dan terpilih menjadi Official Selection di Asian Vision dari Singapore International Film Festival 2020.

“Melalui film ini, kami berupaya mencatat memori-memori para penyintas, serta bertujuan meningkatkan kepedulian untuk para Simbah penyintas ‘65. Kami mengajak anak muda Indonesia menonton dan mendiskusikan film ‘You and I’ sebagai salah satu usaha dialog antar generasi tentang sejarah kelam bangsa yang terlupakan.”, kata Tazia Teresa D., produser “You and I” dari KawanKawan Media. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button