Gaya Hidup

Pilihan Nafsu atau Akal Sehat, Tonton Saja Film Voyagers

Sebagian besar adegan dalam film berada di sana, sehingga penonton akan diajak berkeliling berbagai bagian pesawat yang didominasi koridor putih tak berujung. Walau ini bisa menjemukkan, dan rasanya kurang fantastis dibanding film serupa yang pernah ada, tetapi, tampaknya relevan dengan Anda dan kebanyakan orang-orang di awal masa Pandemi Covid-19 hingga saat ini seperti dilansir Antara.

Film sebenarnya direkam sebelum pandemi, tetapi perasaan terisolasi dan putus asa yang dialami karakter dan paranoia yang menguasai kru melalui adegan “terkurung” di dalam pesawat, sama seperti saat Anda tidak disarankan tetap berada di rumah sebisa mungkin, demi menghindari tertular virus yang sudah merenggut jutaan nyawa di dunia.

Di sisi lain, unsur penting yang mungkin ingin ditonjolkan di sini bukan mengenai misi luar angkasa, tetapi sisi manusiawi makhluk bernama manusia modern yang begitu khawatir pada ancaman, ingin meluapkan rasa senang bahkan sekedar iri atas pencapaian positif orang lain.

Hal ini diakui Neil. Dalam sebuah wawancara dia mengatakan, “Voyagers” relevan tayang tahun ini saat orang-orang terkurung karena pandemi. Dia juga berusaha menggambarkan bagaimana ketakutan dapat dipicu dan dimanipulasi dan digunakan oleh orang-orang yang berkuasa untuk tujuan mereka sendiri. Orang yang pada awalnya bisa berpikir rasional bahkan bisa didorong ke dalam paranoia dan kekerasan massal.

Benturan antara memilih percaya pada akal sehat ataukah nafsu dan kemudian condong pada salah satunya seperti yang dialami para tokoh tampaknya bisa dipahami. Ini membuat “Voyagers” berbeda dari kebanyakan film sains fiksi bertema luar angkasa.

Keputusan Zac dan rekan-rekannya merusak pesawat tanpa mempertimbangkan efeknya, lalu mualim Christopher yang tak bisa tegas dan pandai memberikan solusi bisa bisa memicu rasa geram. Selain itu, bila pada film mereka yang mendapat misi di luar angkasa digambarkan sebagai sosok-sosok yang cerdas, namun di “Voyagers” sosok yang ditampilkan cenderung tak mementingkan akal sehat dan tak sehebat itu.

Dari sisi jalan cerita, sebenarnya relatif mudah dipahami karena Neil menjelaskannya secara gamblang sejak awal sehingga nyari tak ada misteri. Belum lagi nyaris tak ada sensasi menegangkan khas film bertema serupa kecuali adegan perkelahian dan tembak menembak antar karakter. Walau begitu, akting para aktor bisa diacungi jempol.

Ketimbang fokus pada kecanggihan teknologi sebuah film tentang misi luar angkasa, “Voyager” berpihak pada orang-orang yang merasakan dorongan batin mereka, saat harus membuat pilihan mereka sendiri dan melakukan hal yang benar. “Voyagers” bisa menjadi salah satu pilihan Anda di masa pandemi Covid-19, terutama bila sudah berusia 17 tahun. Film berdurasi 108 menit ini sudah bisa dinikmati di bioskop Tanah Air. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button