Gaya Hidup

Kenali Gejala dan Penyebab Kerusakan Hati

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Enterologi Hepatologi Siloam Hospitals Asri ini menyarankan agar masyarakat segera melakukan deteksi dini pada organ hati, karena itu merupakan langkah efektif guna mengetahui ada tidaknya potensi sirosis pada organ hati.

“Terlebih jika Anda rutin mengkonsumsi cairan beralkohol, memiliki berat badan berlebih atau pernah terinfeksi virus hepatitis,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, melalui deteksi dini, dokter dapat menentukan seseorang menderita sirosis atau tidak melalui perubahan pada tubuh pasien. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menjalankan tes darah, uji pencitraan, atau mengambil sampel jaringan dari hati.

Apabila organ hati sudah tidak bisa berfungsi, penderita perlu menjalani transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati yang sehat dari pendonor.

Ada dua kategori sirosis hati, yakni sirosis kompensasi dan sirosis dekompensasi. Sirosis kompensasi, yaitu tidak ditemukannya simtom yang berhubungan meski kemungkinan sudah terdapat varises esofagus atau varises gaster.

Sedangkan, sirosis dekompensasi, yaitu telah ditemukannya simtom yang berkaitan dengan penyakitnya seperti ikterik. Akibat penurunan fungsi hatinya atau simtom yang berhubungan dengan adanya hipertensi portal seperti ascites, yakni pendarahan varises esofagus atau encephalopati hepatika. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button