Gaya Hidup

Manfaatkan Limbah Pisang untuk Bahan Karpet

Baru-baru ini di pabrik TexFad di Mukono, sebelah timur ibu kota Kampala, para pemuda menumpuk batang pohon pisang sebelum membelahnya menjadi dua dengan parang dan memasukkannya ke dalam mesin.

Dari situ tercipta serat-serat kasar panjang yang dijejer untuk dikeringkan sebelum diproses dan digunakan untuk membuat karpet dan hair extension.

Muturi memperkirakan TexFad akan membuat 2.400 karpet tahun ini, lebih dari dua kali lipat produksi tahun lalu sehingga meningkatkan pendapatan. Perusahaan, yang memiliki 23 karyawan, menghasilkan sekitar USD41.000 tahun lalu, angka penjualan terbaik sejak rintisan itu diluncurkan pada 2013.

Perusahaan itu akan mengekspor karpet untuk pertama kalinya pada bulan Juni, ke pelanggan di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada.

Muturi berpendapat, bahan organik yang ringan dapat menggantikan beberapa serat sintetis dan digunakan untuk membuat produk kertas seperti uang kertas di antara berbagai kemungkinan pemanfaatan.

”Serat pisang adalah serat masa depan,” ujarnya. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button