Gaya Hidup

Sosok Gigih Sumarni, Motor Kebangkitan Para Ibu di Tengah Pandemi Covid-19

“Dulu dapat bantuan sebanyak 50 benih Aloe Vera tiap keluarga, yang dapat 100 keluarga di desa ini mas. Jadi tiap rumah pasti ada Aloe Vera. Jadilah disitu desa ini dikenal jadi ‘Desa Aloe Vera’ mas,” tukas Sumarni.

Tidak hanya sampai pemberian benih, Dompet Dhuafa ikut serta menemani pengembangan produk terusan Aloe Vera di Desa Katongan. Melalui diskusi dan beberapa kali ujicoba, akhirnya produk minuman berbahan dasar Aloe Vera lahir. Pengemasan yang dulu sederhana, kini dikemas dengan lebih menarik. Bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut serta membantu untuk meneliti produk, sehingga bisa awet lebih lama. Hingga akhirnya, kini rumah Sumarni selalu sibuk dengan produksi olahan Aloe Vera. Produk olahan tersebut laris manis hingga terdistribusi bukan hanya di Yogyakarta, namun juga di luar kota.

”Paling banyak dipesan orang untuk oleh-oleh, juga ada yang ruitin kirim di toko-toko, ada juga yang datang ke rumah langsung. Kami juga ada langganan di Jakarta,” jelas Sumarni.

Kini, dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah, menyediakan pesanan produk olahan Aloe Vera yang terus datang. Bahkan kini, Sumarni sudah mempekerjakan setidaknya sembilan ibu-ibu di rumah produksi miliknya. Begitu pula dengan ratusan keluarga di desa tersebut yang memetik manfaat dari hijaunya lidah buaya. (adv)

 

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button