Gaya Hidup

Lima Fakta Posisi Seks Woman on Top

3. Risiko cedera pada penis
Meski bisa membuat wanita dan pria lebih bergairah, posisi woman on top juga bisa menimbulkan risiko. Sebuah riset mengungkapkan bahwa woman on top bisa meningkatkan risiko terjadinya cedera pada penis, bahkan sampai menyebabkan penis patah.

Dalam posisi ini, berat tubuh wanita akan bertumpu pada penis yang sedang ereksi. Namun, ada kalanya wanita terlalu bergairah hingga tidak mampu mengontrol gerakannya, padahal posisi penis sedang kurang tepat atau tertekuk. Inilah yang bisa membuat penis cedera.

4. Bukan posisi yang tepat untuk bisa hamil
Posisi seks apa pun sebenarnya bisa menyebabkan kehamilan, asalkan dilakukan tanpa alat kontrasepsi dan saat masa subur. Meski demikian, ada beberapa posisi hubungan intim yang dianggap dapat membuat pembuahan lebih sulit terjadi dan salah satunya adalah woman on top.

Hal ini dikarenakan posisi seks tersebut lebih menyulitkan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur. Oleh karena itu, woman on top kurang disarankan untuk pasangan yang sedang ingin memiliki momongan.

5. Kurang nyaman untuk wanita dengan kondisi tertentu
Posisi woman on top memungkinkan penetrasi yang dalam. Namun, posisi seks ini bisa membuat wanita yang memiliki kondisi tertentu, seperti rahim retrofleksi atau endometriosis, merasa kurang nyaman atau bahkan kesakitan.

Rahim retrofleksi bisa membuat rahim terletak cukup rendah di dalam panggul hingga mendekati indung telur atau ovarium. Gerakan penetrasi yang kuat atau seks dengan penetrasi yang dalam bisa membuat kepala penis membentur dinding vagina dan rahim atau indung telur. Inilah yang mengakibatkan nyeri pada wanita.

Jika Anda atau pasangan ingin mencoba posisi seks woman on top, hindari untuk bergerak terlalu cepat dan kasar. Selain bergerak ke atas dan ke bawah, Anda juga bisa mencoba variasi gerakan woman on top lainnya, seperti gerakan melingkar secara perlahan.

Agar hubungan intim terasa semakin bergairah, minta pasangan untuk menyentuh area sensitif Anda, seperti meremas payudara dan bokong, mencium leher, atau memainkan klitoris.

Selain dilakukan sambil berbaring, woman on top juga bisa dilakukan sambil duduk, tergantung kenyamanan Anda dan pasangan. Jika merasa kurang nyaman, Anda bisa berkomunikasi dengan pasangan. Komunikasi yang baik adalah kunci agar Anda dan pasangan bisa menikmati hubungan intim.

Apabila Anda atau pasangan mengalami nyeri atau keluhan lainnya saat berhubungan seksual di posisi tertentu, seperti woman on top, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button