Headline

Gawat! Perpanjangan PPKM Berpotensi Tambah Angka Kemiskinan

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menegaskan, perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat akan berdampak pada krisis ekonomi.

Menurut dia, hal itu bisa berdampak besar pada kenaikan angka kemiskinan. Hingga Maret 2021 lalu ada 27,54 juta penduduk miskin dan berpotensi naik 5 hingga 7 persen.

“Kalau Indonesia aman dari Covid-19, maka investasi bisa berjalan lancar. Sedangkan sekarang banyak negara yang takut ke Indonesia, bahkan mereka me-lockdown Indonesia. Untuk Smart investement and long term investment akan sulit,” ujar Jerry Massie melalui gawai, Minggu (18/7/2021).

Menurut dia, istilah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mandiri, New Normal, PPKM mandiri sampai PPKM Darurat tak bisa menuntaskan kasus Covid-19 di Indonesia. Hanya kebijakan lockdown dan vaksinasi yang bisa mengatasi pandemi Covid-19.

“Memang kelemahan kita agak telat melakukan vaksinasi massal,” katanya.

Ia menilai, penerapan PPKM Darurat masih belum optimal. Pasalnya dalam sepekan terjadi peningkatan kasus di atas 50 ribu kasus. Dan Indonesia telah menggeser Brazil dan India, duduk diperingkat pertama jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

“Kendala salah satunya adalah bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat. Ini kemudian menyebabkan masih tingginya mobilitas masyarakat. Nah, pendataan yang sulit lainnya, adalah terjadi migrasi dari kota ke desa atau sebaliknya,” terangnya.

“Kita memang lambat menerapkan lockdown. Singapura dengan anggaran Rp 10 triliun mereka mampu melakukan lockdown begitu pula dengan Malaysia, Thailand dan Filipina,” imbuhnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button