Nusantara

Gawat, Dua Orang Pengurus Organisasi di Kepri Tersandung Kasus Proposal Fiktif

INDOPOSCO.ID – Dua orang warga Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, TA dan Sa, yang menjadi ketua dan sekretaris pada organisasi Majelis Belia dan Bintan Island Max Owners Tanjungpinang-Bintan diduga turut menikmati dana proposal kegiatan fiktif yang bersumber dari APBD Provinsi Kepulauan Riau 2020.

Pendiri Majelis Belia Basyarudin Idris seperti dirilis Antara, Sabtu (20/2/2021), mengatakan pencairan dana dari proposal, yang diajukan kepada Pemprov Kepri, tidak sepengetahuan dirinya. Ia mulai mendalami permasalahan itu setelah geger informasi terkait pencairan dana bantuan pemda berdasarkan proposal kegiatan yang diduga fiktif.

Akibatnya kasus yang tengah diselidiki Kejati Kepri dan Polda Kepri tersebut, pria paruh baya yang akrab disapa Oom itu pun sempat dipanggil oleh pihak kejaksaan untuk diminta klarifikasi, namun belum secara resmi.

“Ada sejumlah wartawan yang mempertanyakan hal itu kepada saya, padahal saat itu saya sama sekali tidak mengetahuinya,” ucapnya.

Oom mengaku TA dan Sa tidak pernah menginformasikan kepada dirinya bahwa Majelis Belia mendapatkan dana itu. Ia sendiri mengetahui Majelis Belia mendapatkan bantuan sebesar Rp250 juta dari Bagian Keuangan Pemprov Kepri. Sementara sepengatahuannya, Majelis Belia tidak pernah melakukan kegiatan sosial pada 2020.

TA dan Sa juga sebagai Ketua dan Sekretaris Bintan Island Max Owners (BIMO) Tanjungpinang-Bintan juga menerima dana dari Pemprov Kepri. Oom pun merasa aneh dana tersebut dapat dicairkan saat tutup Tahun Anggaran 2020.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button