Nusantara

Gara-gara Bukti Piring Kotor, Pedagang Gado-gado Didenda

INDOPOSCO.ID – Piring kotor bekas makanan gado-gado menjadi petaka. Pemilik jualan harus rela didenda Rp 100 ribu karena dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu terungkap dari sidang pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) penegakan prokes di Kantor Kecamatan Serang, Kota Serang, Kamis (15/7/2021).

Situasi sidang berlangsung dramatis, Vinti pedagang gado-gado (pelanggar prokes) bersikukuh tidak melayani makan di tempat. Bahkan, pihaknya menunjukkan bukti bahwa situasi tempat makan di jualannya, berjaga jarak. Bukti itu ditunjukkan melalui foto dan video di handphone.

Ia mengakui pada saat berjualan ada orang yang sedang duduk di lapaknya, karena sedang menunggu pesanan untuk dibungkus.

“Adanya yang lagi duduk menunggu pesanan. Nanti dipanggil,” katanya saat sidang.

Untuk membuktikan kebenaran, Hakim meminta Jaksa untuk menghadirkan petugas yang merazia. Karena tidak hadir di tempat, sidang sempat diberhentikan sementara.

Kemudian pada 11:33 WIB sidang dibuka, tetapi petugas tak kunjung datang. Beberapa kali hakim meminta menghadirkan namun alasan masih di perjalanan.

“Masih otw bu,” ujar Jaksa penuntut umum.

Akhirnya sidang kembali ditunda untuk mengetahui kejelasan pelanggaran. Sehingga keputusan hakim dapat adil. Sidang bisa kembali digelar pada pukul 11:37 WIB dengan menghadirkan petugas.

Kepada hakim, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengaku melihat ada satu pelanggan yang sedang duduk. Tapi tidak sedang makan.

Namun pihaknya tidak dapat menunjukkan bukti. Alasannya, saat hendak memvideo memori handphonenya penuh.

“Yang gado-gado. Pas saya ke situ ada satu orang, tapi ada sisa piring makan. Tapi pas saya video memori penuh,” tuturnya kepada Hakim.

Hakim menegaskan kepada petugas razia, untuk memastikan melihat ada orang yang sedang makan di tempat. Namun, petugas hanya melihat bukti ada piring bekas gado-gado.

“Piring bukan banyaknya orang. Bapak melihat nggak ada yang beli, bekas piringnya gado-gado,” ungkapnya.

“Ada piring doang bu,” jawab petugas.

Setelah mempertimbangkan, Hakim mengambil keputusan untuk memberikan sanksi denda Rp100 ribu atau kurungan satu hari kepada pelanggar.

“Ibu telah melanggar prokes yang ditentukan PPKM. Dendanya Rp100 ribu atau kurungan selama satu hari,” tegasnya.

Saat diwawancara, Vinti menyatakan pihaknya diputuskan terbukti bersalah melanggar prokes dengan bukti piring kotor belas gado-gado.

Atas keputusan itu, pihaknya mengaku tidak keberatan karena masih dianggap meringankan.

“Pelanggaran melayani makan di tempat, tapi bukti piring bekas, satu. Ya nggak apa-apalah,” katanya.

Kemudian, pihaknya memutuskan untuk membayar denda Rp100 ribu dibandingkan harus dikurung satu hari.

“Sidang didenda 100 ribu. Ini masukan saja, emang sosialisasi jauh-jauh hari, tapi sebuah hukum harus dikasih peringatan dulu di masyarakat, tapi ini langsung dipanggil,” jelasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button