Ekonomi

Frisian Flag Indonesia Optimalkan Peran Peternak Perempuan

INDOPOSCO.ID – Friesland Campina bersama afiliasinya di Indonesia PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mengumumkan dimulainya program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ yang bertujuan menggali potensi peternak perempuan.

Di tengah meningkatnya konsumsi susu segar dalam negeri, peternak sapi perah lokal punya peluang besar untuk berkontribusi dengan meningkatkan produksi dan kualitas susu segar dalam negeri. Peluang ini tidak hanya terbuka bagi peternak laki-laki, tapi juga bagi peternak perempuan yang selama ini hanya membantu pengelolaan peternakan sapi perah lokal.

Program Women Empowerment in Dairy dengan nama ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP) ini bekerja sama dengan mitra koperasi dan menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan.

Pelatihan ini termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Indonesia.

Pengumuman sekaligus peresmian program ‘Kartini Peternak Indonesia’ digelar hari ini secara daring dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Perwakilan Kedutaan Besar Belanda, serta media.

Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh. Makmun, M.Sc menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Frisian Flag Indonesia dalam pengimplementasian program Kartini Peternak Indonesia. Menurutnya, pangan asal hewan merupakan sumber protein hewani yang sangat penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.

“Susu harus hadir dan menjadi bagian dalam pencegahan stunting. Konsumsi protein hewani terbukti efektif dalam upaya pencegahan terjadinya stunting, dan salah satu sumber protein yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat adalah produk susu. Oleh karena itu kampanye minum susu harus terus dilakukan,” kata Makmun.

Makmun juga menambahkan potensi pasar peternakan sapi perah saat ini masih sangat besar, namun masih terbatas dari sisi ketersediaan bibit. Oleh karena itu, Makmun mengajak masyarakat untuk mengembangkan pembibitan sapi perah karena ini menjadi ruang usaha yang punya potensi besar. Selain itu, saat ini 90% peternakan sapi perah dikelola oleh peternakan rakyat.

“Bersama kita harus mengupayakan kesejahteraan peternak. Saya berharap apa yang dilakukan oleh FFI dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak yang lebih merata,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FrieslandCampina melalui PT Frisian Flag Indonesia, yang telah menginisiasi program Kartini Peternak Indonesia.

Menurutnya, program ini membuka pengarustamaan dan pembangunan gender yang pada hakikatnya adalah mewujudkan gender equality. Program Kartini Peternak Indonesia adalah program yang ‘responsif terhadap gender’, yakni memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button