Disway

Fadilah Nusantara

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) ini menelepon mantan Menkes. Selasa (13/4/2021) kemarin. “Kok ini saya baca Pak Sudi Silalahi sudah vaksinasi Vaksin Nusantara. Saya juga dong,” ujar Siti Fadilah Supari kepada Terawan Agus Putranto.

Bu Fadilah adalah Menkes di zaman Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Terawan, Menkes di zaman Presiden Jokowi. Dua-duanya dokter lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Berita Terkait

Fadilah lulus spesialis jantung di Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Terawan spesialis radiologi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Fadilah mendapat gelar doktor dari UI, sedang Terawan dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Pagi-pagi kemarin, rupanya, Fadilah sudah membaca Disway. Seperti biasa. Dengan semangat. Dia terprovokasi oleh kisah Sudi Silalahi. Padahal Fadilah sudah lama menetapkan tekad: hanya mau melakukan vaksinasi kalau menggunakan Vaksin Nusantara.

Fadilah adalah orang yang bergelut dengan persoalan virus. Dalam teori sekaligus praktik. Wabah flu burung terjadi pada masa dia jadi Menkes. Nama Indonesia harum kala itu: Indonesia menemukan vaksin flu burung.

“Saya ini punya kelemahan di sistem imun saya. Saya tidak berani pakai vaksin yang dihasilkan melalui RNA. Saya kan ahli di bidang itu. Saya tahu apa risikonya,” ujar Fadilah pada Disway kemarin sore.
Apa reaksi Letnan Jenderal dr Terawan?

“Saya langsung dijadwalkan Kamis (15/4/2021) besok,” ujar Fadilah. “Saya akan datang dengan anak saya. Kami berdua semangat menjalani Vaksin Nusantara,” tambahnyi.

Ternyata Fadilah juga punya hubungan khusus dengan Terawan. “Yang membelikan peralatan DSA itu saya, sebagai Menkes,” ujar Fadilah. Dengan menggunakan jalur Kementerian Kesehatan pengadaan alat tersebut bisa lebih cepat. Juga lebih tepat, sesuai dengan bidangnya –dari pada lewat Kementerian Pertahanan (Kemenhan) (Lihat Disway kemarin).

“Pak Sudi memang minta tolong ke Kemenhan. Tapi akhirnya juga minta tolong ke saya,” ujar Fadilah. “Bahkan Pak SBY juga ikut meminta,” katanya.

Tentu Fadilah sendiri pernah menggunakan alat itu. Tapi tidak untuk saluran darah di dalam otak. “Saya perlu membersihkan saluran darah di paru-paru saya,” kata Fadilah.

Waktu itu ada sumbatan-sumbatan di saluran darah di paru-parunya. “Ketika dilakukan DSA, rasanya mak byaaaar,” ujar Fadilah. Dia memang orang Solo, Jawa Tengah. Bahasa Jawanya khas Solo. Sampai SMA dia masih di Solo.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button