Headline

Epidemolog: Cegah Penularan Testing dan Isolasi Mandiri Harus Diperketat

INDOPOSCO.ID – Berdasarkan data, peningkatan kasus positif Covid-19 dipengaruhi oleh risiko mobilisasi masyarakat, bukan sekedar khayalan. Pernyataan tersebut diungkapkan Epidemolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riyono melalui gawai, Selasa (25/5/2021).

Dia mengatakan, bentuk mobilisasi masyarakat di antaranya kegiatan mudik lebaran. Dan kegiatan saat libur Hari Raya Idulfitri lainnya, seperti berkunjung ke tempat pariwisata.

“Itu semua tidak bisa dicegah. Ternyata masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut,” katanya.

Ia menyebut, kegiatan silaturahmi pada Hari Raya Idulfitri juga menjadi klaster keluarga. Di Provinsi DKI Jakarta klaster keluarga penularannya hingga 50 persen.

“Pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 juga terjadi klaster keluarga. Jadi pencegahan itu harus dilakukan di akar rumput,” ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat pada situasi tersebut, masih ujar Pandu, sangat dominan sekali. Karena, diprediksi angka kasus Covid-19 pada lebaran tahun ini jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu.

“Kenapa bisa saya katakan seperti itu? Karena saat ini kita tengah menghadapi virus Covid-19 yang jauh lebih perkasa dengan daya tular lebih cepat,” ucapnya.

Ia menegaskan, upaya pencagahan yang harus dilakukan pemerintah adalah menemukan kasus sebanyak-banyaknya. Oleh karenanya, menurutnya, testing sangat penting dilakukan.

“Ini (testing) bisa dilakukan pada wilayah dengan laporan 1 atau 2 kasus. Langsung dilakukan tracing dan testing dan isolasi di rumah atau kampung atau desa,” bebernya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button