Nasional

Enam Bulan Pandemi, ICRC: 600 Kasus Penganiayaan Timpa Nakes

INDOPOSCO.ID – Kasus penganiayaan terhadap tenaga kesehatan (nakes) tidak boleh terulang. Apalagi, profesi tenaga kesehatan dilindungi oleh Undang-Undang (UU). Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati dalam keterangan, Sabtu (17/4/2021).

Dia menyesalkan tindakan penganiayaan terhadap perawat dari salah satu RS Swasta di Palembang yang viral di media sosial (medsos).

“Profesi tenaga kesehatan kita sangat dilindungi, apalagi saat ini masih menangani pandemi yang membutuhkan pengorbanan teman-teman tenaga kesehatan. Tindakan kekerasan apapun bentuknya, tidak boleh terulang,” tegasnya.

Data Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mencatat lebih dari 600 insiden kekerasan, pelecehan, atau stigmatisasi terhadap petugas kesehatan, pasien, dan infrastruktur medis Covid-19 pada enam bulan pertama pandemi di dunia.

Di Indonesia pernah terjadi jenazah perawat RSUP dr Kariadi Semarang ditolak warga dan kasus penganiayaan perawat Covid-19 di RSUD dr Haulussy, Maluku.

“Artinya peristiwa di Palembang bukan yang pertama. Kekerasan bukan hanya tentang kekerasan fisik tetapi juga stigma dan diskriminasi sikap. Pemerintah dan organisasi profesi kesehatan harus lebih gencar melakukan pendidikan ini ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan baik tenaga kesehatan maupun pasien harus mendapatkan perlindungan sesuai dengan regulasi. Jika pasien merasa ada dugaan pelanggaran disiplin tenaga kesehatan, maka laporkan ke konsil masing-masing tenaga kesehatan.

“Pasal 49 Ayat 1 dan 2 UU No 36 Tahun 2014 tentang pengaduan dan pengusutan dugaan pelanggaran disiplin tenaga kesehatan oleh Konsil masing-masing tenaga kesehatan. Termasuk sanksi bila benar-benar terbukti ada pelanggaran disiplin,” ucapnya.

“Jika ada indikasi tindakan pidana bisa dilaporkan ke pihak berwenang. Regulasi kita sudah memberikan rasa keadilan baik bagi tenaga kesehatan maupun kepada pasien,” imbuhnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button